Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Dewi Yustisiana Minta Pertamina Mitigasi Dampak Konflik Timur Tengah
Selasa, 3 Maret 2026 18:04 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Anggota Komisi XII DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dewi Yustisiana, meminta PT Pertamina (Persero) melakukan langkah mitigasi menyeluruh untuk mengantisipasi dampak eskalasi konflik antara Iran, Amerika Serikat, dan Israel terhadap stabilitas pasokan energi nasional, khususnya minyak mentah dan Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menurut Dewi, ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah berpotensi mengganggu rantai pasok energi global, mengingat kawasan tersebut merupakan salah satu pusat produksi minyak dunia dan jalur distribusi strategis.
Gangguan terhadap produksi maupun pelayaran dapat memicu volatilitas harga minyak mentah dan LPG, sementara Indonesia masih memiliki ketergantungan impor untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri.
Baca juga : Dirut Pertamina Pastikan Pasokan Energi Aman Saat Mudik Lebaran
“Indonesia harus memastikan langkah antisipatif dilakukan sejak dini agar pasokan dalam negeri tetap aman dan harga tidak bergejolak, terutama untuk kebutuhan masyarakat,” ujar legislator asal daerah Sumsel II itu.
Mekanisme pembelian minyak mentah oleh Pertamina, termasuk dari Saudi Aramco, dilakukan melalui skema business to business (B to B), dengan skema tersebut kontrak bersifat komersial antar korporasi, sehingga manajemen risiko, fleksibilitas pasokan, serta pengaturan jadwal pengiriman menjadi aspek krusial dalam menghadapi dinamika geopolitik.
Dewi juga mendorong Pertamina memperkuat diversifikasi sumber pasokan, menjaga kecukupan cadangan operasional minyak dan LPG, serta memastikan distribusi berjalan lancar, terutama untuk LPG 3 kilogram yang sangat sensitif terhadap fluktuasi harga internasional.
Baca juga : Bakal Lakukan Serangan Lebih Keras, AS Minta Warganya Keluar Dari Timur Tengah
Ia menegaskan, Komisi XII DPR akan terus menjalankan fungsi pengawasan guna memastikan kesiapan dan respons cepat dalam menjaga ketahanan energi nasional.
“Situasi global ini menjadi pengingat bahwa ketahanan energi harus diperkuat melalui tata kelola yang adaptif, diversifikasi pasokan, dan peningkatan kapasitas dalam negeri,” pungkas Dewi.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya