RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengultimatum Iran untuk segera membuka Selat Hormuz dalam tempo 48 jam. Jika tidak, Trump akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik milik negara tersebut.
"Jika Iran tidak SEPENUHNYA MEMBUKA, TANPA ANCAMAN, Selat Hormuz, dalam waktu 48 JAM terhitung sejak saat ini, Amerika Serikat akan menyerang dan menghancurkan berbagai Pembangkit Listrik mereka, DIMULAI DARI YANG TERBESAR TERLEBIH DAHULU! Terima kasih atas perhatian Anda terhadap masalah ini," tulis Trump via Truth Social.
Trump menulis postingan tersebut pada Sabtu (21/3/2026) pukul 23.44 waktu setempat. Itu berarti, Iran masih punya waktu hingga Senin (23/3/2026) pukul 23.44 waktu Amerika atau Selasa (24/3/3036) pukul 03.14 waktu Teheran.
Baca juga : Minta Bantuan Kuasai Selat Hormuz, Trump Sepi Dukungan
Iran secara efektif telah memblokir Selat Hormuz, salah satu jalur pengiriman minyak tersibuk di dunia, sejak AS dan Israel menyerang negara itu pada 28 Februari 2026. Selat yang dibatasi Iran di wilayah utara dan Oman serta Uni Emirat Arab (UEA) di wilayah selatan ini menghubungkan Teluk dan Laut Arab. Di pintu masuk dan keluarnya, selat ini hanya memiliki lebar 50 km. Di titik tersempit, lebarnya cuma 33 km.
Selat Hormuz memiliki peran strategis dalam rantai pasok minyak dan gas alam cair (LNG), serta berbagai komoditi penting lainnya. Seperlima pasokan minyak dan gas alam cair (LNG) dunia biasanya melewati selat ini, dengan produk minyak yang tak hanya berasal dari Iran, tetapi juga negara-negara Teluk lainnya seperti Irak, Kuwait, Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab (UEA).
Mengutip BBC, setiap bulannya, terdapat 3.000 kapal yang wara-wiri berlayar melalui Selat Hormuz. Jumlah tersebut menurun drastis setelah konflik terbaru Timur Tengah mencuat. Sebab, Iran mengancam akan menyerang kapal-kapal yang melewati Selat Hormuz tanpa restu. Saat ini, ada lima negara yang telah diberikan izin melintas Selat Hormuz dengan aman, yakni India, Jepang, Pakistan, China, dan Turki.
Baca juga : Trump Desak China Amankan Selat Hormuz, Pertemuan dengan Xi Jinping Bisa Ditunda
Berdasarkan catatan AFP pada 18 Maret, total kapal telah terkena serangan, menjadi sasaran, atau melaporkan serangan sejak awal perang berjumlah 21.
Penutupan Selat Hormuz dalam konflik Timur Tengah juga berdampak pada melonjaknya harga minyak mntah (crude oil), hingga melampaui angka 100 dolar AS per barel. Atau naik 70 persen pada tahun ini dan nyaris 50 persen dibanding tahun lalu.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.