Dark/Light Mode

Trump Desak China Amankan Selat Hormuz, Pertemuan dengan Xi Jinping Bisa Ditunda

Senin, 16 Maret 2026 10:25 WIB
Presiden AS Xi Jinping (Foto: Instagram @realdonaldtrump)
Presiden AS Xi Jinping (Foto: Instagram @realdonaldtrump)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mendesak Beijing untuk membantu mengamankan Selat Hormuz terkait konflik Timur Tengah. Dia bahkan berencana menunda rencana pertemuan puncak dengan Pemimpin China Xi Jinping pada akhir bulan ini, demi memastikan hal tersebut. 

“Saya pikir, China juga harus membantu, karena mereka mendapatkan 90 persen minyaknya dari selat itu,” kata Trump dalam wawancara dengan Financial Times yang dipublikasikan pada Minggu (15/3/2026).

Trump mengaku ingin mengetahui posisi Beijing, sebelum pertemuan dengan Xi Jinping. "Dua minggu adalah waktu yang lama. Kami mungkin menunda," cetus Trump. 

Dia mengaku belum bisa memastikan kemungkinan China bergabung dalam upaya membantu mengamankan Selat Hormuz.

Baca juga : Hattrick Raphinha Hancurkan Sevilla, Sociedad Menang, Betis Ditahan Celta

“Saya tidak bisa benar-benar memastikan, tetapi China adalah kasus yang menarik untuk dipelajari,” kata Trump kepada wartawan di atas Air Force One, ketika ditanya apakah dia sudah berbicara dengan Beijing mengenai pengamanan jalur perairan tersebut.

Satu hal yang Trump tekankan: China sangat bergantung pada Selat Hormuz untuk sebagian besar pasokan minyaknya.

"Jadi saya menawarkan China untuk ikut serta, dan kita akan lihat nanti,” ujar Trump, sambil memberi isyarat bahwa pertimbangan strategis yang lebih luas mungkin mempengaruhi keputusan China.

“Mungkin mereka akan ikut, mungkin juga tidak. Anda tahu, ada beberapa alasan lain yang lebih dalam, mengapa mereka mungkin tidak ikut,” imbuhnya. 

Baca juga : Agrinas Jaladri Perkuat Sinergi dengan Media, Kembangkan Ekosistem Perikanan

Pernyataan Trump ini muncul sehari setelah dia meminta beberapa negara—termasuk China, Prancis, Jepang, Korea Selatan, dan Inggris—untuk bergabung mengatasi masalah di Selat Hormuz dalam konflik Timur Tengah. 

Mengutip CNN International, komentar itu juga muncul ketika Menteri Keuangan AS Scott Bessent bertemu Wakil Perdana Menteri China He Lifeng di Paris, untuk membahas persiapan menjelang rencana pertemuan puncak di Beijing pada akhir bulan ini.

Arti Penting Selat Hormuz

Selat Hormuz adalah jalur maritim paling vital di dunia, yang menghubungkan Teluk Persia dengan Teluk Oman. Jalur utama ekspor minyak mentah dan gas alam cair (LNG) dari negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Irak, UEA, Qatar, dan Kuwait ke Asia, Eropa, dan Amerika Utara ini memfasilitasi sekitar 20 persen konsumsi minyak harian global atau sekitar 20 juta barel per hari.

Gangguan di selat ini akan menyebabkan lonjakan harga minyak mentah - yang berpotensi merambat ke harga barang, jasa, pupuk, dan pangan - di samping menyebabkan inflasi tinggi serta gangguan rantai pasok global.

Baca juga : Teheran Ajukan Syarat Perdamaian Dalam Perang Lawan AS Dan Israel

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.