BREAKING NEWS
 

Kasih 5 Syarat, Iran Siap Akhiri Perang

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : UJANG SUNDA
Jumat, 27 Maret 2026 08:58 WIB
Menlu Iran Abbas Araghchi (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran siap mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. Namun, Iran memberi lima syarat yang wajib dipenuhi Amerika Serikat (AS) dan pihak terkait.

Menteri Luar Negeri (Menlu) Iran Abbas Araghchi menegaskan, Teheran ingin mengakhiri perang. Namun, Iran tidak mau mematuhi syarat dari AS. Iran bersikeras bahwa perang hanya akan berakhir dengan syarat dan jadwal yang ditentukan Teheran. 

"Tentu saja, kami menginginkan penghentian perang dengan syarat-syarat kami sendiri, dan dengan cara bahwa perang tak akan terulang lagi di sini," kata Araghchi, kepada televisi pemerintah Iran seperti dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/3/2026).

Araghchi menegaskan, Iran tidak sedang bernegosiasi dengan Washington, seperti klaim Presiden AS Donald Trump. Militer Iran siap terus melakukan perlawanan. 

"Saat ini, kebijakan kita adalah melanjutkan perlawanan. Kita tidak berniat bernegosiasi. Sejauh ini, belum ada negosiasi terjadi. Negosiasi sekarang adalah pengakuan kekalahan dan saya percaya posisi prinsip kita sepenuhnya," sambungnya.

Araghchi mengklaim, AS telah gagal mencapai target perang utama terhadap Iran. Termasuk gagal mencapai kemenangan militer yang cepat dan mewujudkan perubahan rezim di Teheran.

Baca juga : Niru Yaqut, Tersangka Korupsi Rame-rame Minta Jadi Tahanan Rumah

Mengenai lima syarat yang harus dipenuhi untuk mengakhiri perang disampakan pejabat senior bidang politik dan keamanan Iran seperti dilansir media Iran, Press TV, Kamis (26/3/2026). Pejabat tersebut menyampaikan, Pemerintah Iran tak akan membiarkan Trump mendikte waktu berakhirnya perang. 

"Iran akan mengakhiri perang ketika kami memutuskan untuk melakukannya dan ketika syarat-syarat Iran terpenuhi," kata pejabat yang tidak disebutkan namanya tersebut.

Pejabat ini lalu menguraikan lima syarat itu. Pertama, penghentian total agresi dan pembunuhan oleh musuh. Kedua, pembentukan mekanisme konkret untuk memastikan perang tidak akan dilakukan kembali terhadap Republik Islam Iran. Ketiga, pembayaran ganti rugi perang dan reparasi yang dijamin dan didefinisikan dengan jelas. Keempat, penghentian perang di semua front dan semua kelompok perlawanan yang terlibat di seluruh wilayah. Kelima, penggunaan kedaulatan Iran atas Selat Hormuz tetap menjadi hak alami dan sah Iran dan merupakan jaminan untuk pelaksanaan komitmen pihak lain.

Pejabat itu melanjutkan, Iran telah mengkomunikasikan lima syarat ini kepada semua perwakilan perantara. Gencatan senjata bergantung pada penerimaan terhadap semua syarat Iran itu.

"Jadi, tak ada negosiasi yang diadakan sebelum itu. Perang akan berakhir ketika Iran memutuskan untuk mengakhirinya, bukan saat Trump membayangkan penyelesaiannya," tegasnya.

Adsense

Sebelumnya, Trump menawarkan rencana gencatan senjata 15 poin kepada Iran untuk mengakhiri perang. Tawaran ini disampaikan melalui Pakistan sebagai perantara.

Baca juga : Korban Meninggal Turun 30 Persen, Lalu Lintas Lebih Lancar

Dilansir Reuters dan Associated Press, Rabu (25/3/2026), rencana gencatan senjata AS mencakup pembongkaran program nuklir Iran, penghentian dukungan untuk kelompok proxy, dan pembukaan kembali Selat Hormuz. Trump mengklaim, Teheran sangat ingin mencapai kesepakatan. "Kami sedang dalam negosiasi saat ini," sebut Trump, yang langsung dibantah Iran.

Dalam pernyataan terbarunya, Trump bersikukuh menyebut bahwa Iran sedang mengambil bagian dalam pembicaraan damai. Trump bilang, bantahan Teheran karena para negosiator Iran takut dibunuh oleh pihak mereka sendiri.

"Omong-omong, mereka sedang bernegosiasi, dan mereka sangat ingin membuat kesepakatan. Namun mereka takut untuk mengatakannya, karena mereka pikir mereka akan dibunuh oleh rakyat mereka sendiri. Mereka juga takut akan dibunuh oleh kita," kata Trump, dilansir kantor berita AFP, Kamis (26/3/2026).

Gedung Putih pun menebar ancaman. Mereka mengultimatum Iran untuk segera menerima kesepakatan untuk mengakhiri konflik yang terjadi di Kawasan Teluk. Jika tidak, Trump siap memberi pukulan keras yang disebutnya sebagai neraka.

"Jika Iran gagal menerima realitas saat ini, gagal memahami mereka telah dikalahkan secara militer dan akan terus mengalami kekalahan, Presiden Trump memastikan mereka akan dipukul lebih keras dari sebelumnya," ujar Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt, seperti dikutip AFP, Kamis (26/3/2026).

Karoline menegaskan, Trump siap melepaskan serangan lanjutan. "Presiden Trump tidak sedang menggertak dan siap melepaskan neraka. Iran tidak boleh salah perhitungan lagi," ancamnya.

Baca juga : Pemerintah Terus Kebut Hilirisasi

Perang di Timur Tengah berlangsung sejak 28 Februari lalu. Hingga hari ini, Israel-AS dan Iran masih saling berbalas rudal. Korban terus bertambah, fasilitas militer hingga publik hancur. 

Data dari Wakil Direktur Eksekutif Dana Anak-Anak PBB (UNICEF) Ted Chaiban Senin (23/3/2026), lebih dari 2.100 anak meninggal atau terluka sejak eskalasi militer dimulai. "Dua puluh tiga hari setelah konflik, anak-anak di seluruh kawasan menanggung penderitaan yang sangat berat," kata Chaiban, di kantor pusat PBB di New York.

Dia menjelaskan, jumlah korban termasuk 206 anak yang meninggal di Iran, 118 di Lebanon, 4 di Israel, dan 1 di Kuwait. "Rata-rata sekitar 87 anak meninggal atau terluka setiap hari sejak awal perang," ujarnya.

Selain korban meninggal dan terluka, perang ini juga menyebabkan pengungsian besar-besaran di beberapa negara. Di Iran, Badan Pengungsi PBB memperkirakan sekitar 3,2 juta orang telah mengungsi, termasuk 864.000 anak. Sementara di Lebanon lebih dari 1 juta orang mengungsi, termasuk 370.000 anak. Menurut Chaiban, di Lebanon, lebih dari 350 sekolah negeri dijadikan tempat pengungsian dan mengganggu pendidikan sekitar 100.000 siswa.

"Kami mengingatkan semua pihak tentang kewajiban mereka berdasarkan hukum humaniter internasional. Kita membutuhkan deeskalasi dan jalan politik untuk mengakhiri perang ini," imbaunya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense