BREAKING NEWS
 

Akan Bertemu Di Pakistan, AS-Iran Semoga Segera Damai

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 31 Maret 2026 07:50 WIB
Menteri Luar Negeri Pakistan Ishaq Dar. (Foto: Instagram/foreignofficepk)

 Sebelumnya 
“Pakistan akan selalu berdiri bahumembahu dengan Arab Saudi,” tulisnya melalui platform X. 

Sehari sebelumnya, Sharif juga melakukan percakapan telepon selama lebih dari satu jam dengan Presiden Iran Masoud Pezeshkian untuk membahas upaya diplomatik penghentian perang. Pezeshkian disebut mengapresiasi peran Pakistan dalam mediasi. 

Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengklaim negosiasi dengan Iran yang difasilitasi Pakistan menunjukkan kemajuan positif, meski tidak merinci bentuk kesepakatan yang telah dicapai. “Kita masih memiliki ribuan target, namun kesepakatan bisa dibuat dengan cukup cepat,” kata Trump dikutip dari Al Jazeera

Baca juga : Lebanon Digempur Israel 1 Prajurit TNI Meninggal, 3 Terluka

Trump juga mengklaim Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak berbendera Pakistan melintasi Selat Hormuz sebagai bagian dari sinyal positif dalam negosiasi. Ia bahkan menyebut Iran telah menyetujui sebagian besar dari 15 tuntutan AS. 

Namun, Iran dalam pernyataan terbarunya justru menolak daftar tuntutan tersebut dan mengajukan lima syarat balasan, termasuk mempertahankan kedaulatan penuh atas Selat Hormuz. 

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Turki Hakan Fidan menilai Israel sebagai hambatan utama perdamaian di kawasan. “Pada titik ini, hambatan terbesar bagi perdamaian adalah posisi Israel,” ujarnya dalam wawancara televisi nasional. 

Baca juga : Syaifullah Tamliha: Tidak Boleh Latah Setiap Kasus Dibentuk TGPF

Fidan menambahkan, jika Washington ingin mencapai kesepakatan dengan Iran, maka AS harus menggunakan pengaruhnya secara lebih tegas terhadap Israel. 

Dari Vatikan, Paus Leo XIV turut menyuarakan kritik terhadap penggunaan agama sebagai pembenaran perang. “Yesus adalah Raja Damai yang menolak perang dan tidak dapat digunakan untuk membenarkan konflik,” ujarnya, seperti dilaporkan Vatican News

Ia juga mengajak dunia menghentikan kekerasan dan mengedepankan perdamaian. 

Baca juga : Hendardi: Pemerintah Harus Membentuk TGPF

“Letakkan senjata kalian. Ingatlah bahwa kalian adalah saudara dan sau­dari,” pesannya. 

Diketahui, konflik AS–Israel dengan Iran telah berlangsung lebih dari satu bulan sejak 28 Februari 2026. Selain korban jiwa, konflik juga memicu krisis energi global akibat ketegangan di Selat Hormuz yang menjadi jalur vital distribusi minyak dunia. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense