BREAKING NEWS
 

Sesumbar Akhiri Perang Iran 3 Minggu Lagi, Semoga Trump Tak Cuma Omon-omon

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Kamis, 2 April 2026 07:40 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

 Sebelumnya 
Tak hanya itu, Trump juga mengklaim AS dan Israel telah melumpuhkan kekuatan militer Iran, mulai dari angkatan laut hingga sistem pertahanan udara. “Mereka sudah mundur jauh. Butuh 15 sampai 20 tahun untuk bangkit lagi,” katanya. 

Dalam pernyataan lain, Trump bahkan menyebut Iran kini dalam kondisi hancur dan kehilangan banyak kapasitas strategis. 

Baca juga : Berharap Koalisi Langgeng, Dasco: Komitmen PAN Sudah Terbukti

Di tengah ketegangan, Trump juga menyindir negara-negara sekutu yang enggan membantu membuka akses Selat Hormuz. “Kalau mau ambil minyak, silakan ambil sendiri. AS tidak akan membantu lagi,” sindirnya dalam unggahan di Truth Social. 

Meskipun telah sesumbar akan mengakhiri perang, di lapangan, eskalasi justru terus meningkat. AS dilaporkan kembali mengirim tambahan kekuatan militer ke kawasan Teluk. 

Baca juga : Zulfikar Arse Sadikin: Silakan Saja Jika Itu Sebuah Wacana

Kapal induk USS George H.W. Bush tengah menuju Timur Tengah untuk memperkuat dua kapal induk sebelumnya, USS Abraham Lincoln dan USS Gerald R. Ford yang sudah lebih dulu beroperasi. Selain itu, ribuan marinir, kapal serbu amfibi, dan jet tempur juga telah dikerahkan, sebagai persiapan jika konflik berlanjut ke operasi darat. 

Iran Siap Melawan 

Dari pihak Iran, Menteri Luar Negeri Abbas Araghchi menegaskan negaranya siap menghadapi kemungkinan serangan darat dari AS. “Kami siap. Tapi saya rasa mereka tidak akan berani. Kami tahu bagaimana membela diri,” ujarnya kepada Al Jazeera

Baca juga : Hadar Nafis Gumay: Kalau Ditambah, Bikin Anggaran Membengkak

Ia juga menegaskan, Selat Hormuz akan tetap ditutup bagi negara yang berperang melawan Iran. 

Sementara itu, Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyatakan, negaranya terbuka untuk mengakhiri konflik, dengan syarat ada jaminan agresi tidak terulang. “Solusi terbaik adalah menghentikan serangan dan memberi jaminan keamanan,” ujarnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense