RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengancam Iran untuk membuka kembali Selat Hormuz, dalam postingan penuh kata-kata kasar di platform Truth Social miliknya, Minggu (5/4/2026).
Dalam postingan itu, Trump tak hanya menyebut kemungkinan untuk menargetkan infrastruktur sipil seperti pembangkit listrik dan jembatan, tetapi juga mengatakan bahwa Iran akan “hidup dalam neraka”, jika jalur pelayaran penting itu tidak dibuka.
Postingan ini muncul menjelang tenggat waktu yang ditetapkan Trump kepada Teheran, untuk membuka kembali Selat Hormuz paling lambat Senin (6/4/2026) besok.
Selat Hormuz secara efektif telah tertutup sejak konflik Timur Tengah terbaru yang diawali dengan serangan AS dan Israel ke Iran, pecah pada akhir Februari 2026.
Baca juga : Trump Mulai Ditinggal Negara-negara Sekutu
“Selasa akan menjadi Hari Pembangkit Listrik, dan Hari Jembatan, semuanya sekaligus, di Iran. Tidak akan ada yang seperti itu!!! Buka selat sialan itu, kalian b****** g***, atau kalian akan hidup dalam neraka — LIHAT SAJA! Segala puji bagi Allah," tulis Trump via Truth Social.
Sebelum menyampaikan ancaman ini, Trump telah berulang kali mengubah tenggat waktunya kepada Iran untuk membuka Selat Hormuz. Berikut ringkasannya seperti dikutip BBC:
1. Pada tanggal 21 Maret 2026, Trump mengatakan akan menyerang dan menghancurkan pembangkit listrik, dimulai dengan yang terbesar terlebih dahulu, jika Iran tidak membuka kembali Selat Hormuz dalam waktu 48 jam setelah ancaman tersebut dilayangkan melalui Truth Social.
2. Dua hari kemudian, Trump mengatakan telah terjadi "percakapan yang sangat baik dan produktif" antara kedua negara dan menunda serangan terhadap infrastruktur energi selama lima hari.
Baca juga : Pramono Ancam Beri Sanksi Tegas ASN Telat Masuk Usai Lebaran
3. Pada tanggal 27 Maret 2026, Trump mengatakan akan menunda serangan terhadap pembangkit energi selama 10 hari, "sesuai permintaan pemerintah Iran", sehingga tenggat waktunya menjadi 6 April.
4. Peringatan 48 jam: Sabtu (4/4/2026), dengan tenggat waktu 6 April 2026 yang semakin dekat, Trump memperingatkan bahwa Iran memiliki waktu "48 jam" sebelum dia melepaskan "neraka".
Arti Penting Selat Hormuz
Selat Hormuz, jalur pelayaran paling vital di dunia yang menghubungkan Teluk Persia dengan Laut Oman dan Samudra Hindia, merupakan akses distribusi utama bagi sekitar 20-30 persen minyak dunia.
Sekitar sepertiga perdagangan pupuk dunia juga melewati selat ini, dan merupakan saluran vital untuk impor ke Timur Tengah, termasuk makanan, obat-obatan, dan pasokan teknologi.
Baca juga : Trump Ultimatum Iran 48 Jam: Buka Selat Hormuz Atau Pembangkit Listrik Hancur
Gangguan pada jalur distribusi ini berpotensi memicu krisis energi yang berdampak besar pada inflasi global.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.