Dark/Light Mode

40 Negara Cari Cara Buka Selat Hormuz Tanpa AS

Trump Mulai Ditinggal Negara-negara Sekutu

Sabtu, 4 April 2026 08:00 WIB
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper (Kedua kanan) pimpin pertemuan dengan 40 negara secara daring di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran, London, Kamis (24/42026). (Foto: Reuters)
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper (Kedua kanan) pimpin pertemuan dengan 40 negara secara daring di Kantor Luar Negeri dan Persemakmuran, London, Kamis (24/42026). (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - 40 negara menggelar pertemuan untuk membahas upaya pembukaan kembali Selat Hormuz yang diblokade Iran di tengah eskalasi konflik kawasan. Pertemuan dilakukan tanpa melibatkan Amerika Serikat. Negara yang dipimpin Donald Trump itu mulai ditinggalkan negara sekutunya.

Pertemuan yang dipimpin Inggris itu digelar secara virtual pada Kamis (2/4/2026). Pertemuan diikuti sejumlah negara dari Eropa, Timur Tengah, hingga Asia. Di antaranya Prancis, Jerman, Kanada, Uni Emirat Arab, dan India. Mereka membahas langkah kolektif untuk menjaga jalur distribusi energi dunia tetap terbuka. 

Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper menilai, langkah Iran telah melampaui batas karena berdampak langsung terhadap stabilitas ekonomi global. “Iran telah membajak jalur pelayaran internasional dan menyandera ekonomi global,” ujar Cooper dikutip dari Reuters.

Baca juga : Sanksi ASN Liburan Saat WFH Jumat, Dari Turun Pangkat Hingga Pemecatan

Meski belum menghasilkan keputusan konkret, terdapat kesepahaman bahwa Selat Hormuz harus tetap terbuka bagi pelayaran internasional dan tidak boleh dikenakan biaya transit oleh Iran. 

Langkah lanjutan akan dilakukan pekan depan melalui pertemuan perencana militer. Opsi yang dikaji meliputi pembersihan ranjau laut hingga pengamanan jalur pelayaran bagi kapal dagang. 

Penutupan Selat Hormuz oleh Iran dilakukan sebagai respons atas serangan gabungan AS dan Israel sejak 28 Februari 2026. Dampaknya, sekitar 20 persen pasokan minyak global terganggu dan mendorong kenaikan harga energi. 

Selat Hormuz (Foto: Reuters)

Baca juga : Urus Gempa Sulut, Pemerintah Gercep

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengingatkan, opsi militer bukan solusi tepat karena berisiko tinggi, termasuk ancaman serangan rudal dari wilayah pesisir. 

Selain itu, sejumlah negara Eropa mulai membatasi dukungan militer terhadap AS. Italia dilaporkan menolak pendaratan pesawat pengebom AS, sementara Spanyol menutup wilayah udaranya bagi misi militer terkait Iran. 

Menanggapi hal itu, Trump marah. Dia meminta, negara-negara lain mengamankan sendiri akses energi mereka melalui Selat Hormuz. 

Baca juga : Trubus Rahardiansyah: Jangan Sampai WFH Dimanfaatkan Liburan

"Jika Prancis atau negara lain ingin mendapatkan minyak atau gas, mereka akan melalui Selat Hormuz, pergi ke sana sendiri. Apa yang terjadi dengan selat itu, kita tidak akan ikut campur," sindir Trump di akun Truth Social pribadinya. 

Dalam unggahan terbarunya, Trump juga menyerukan negara-negara yang mengalami kekurangan bahan bakar untuk pergi sendiri ke Selat Hormuz. "AS tidak akan ada di sana untuk membantu Anda lagi, sama seperti Anda tidak ada di sana untuk kami. Iran pada dasarnya telah hancur. Bagian tersulit sudah selesai. Pergi dan ambil minyak Anda sendiri," tulisnya. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.