Sebelumnya
Ironisnya, serangan terbaru oleh zionis terjadi saat komunitas Kristen tengah merayakan Paskah, momen yang biasanya identik dengan harapan dan kebangkitan. Sekitar 15 orang dilaporkan tewas pada Minggu (5/4/2026).
Dalam satu bulan terakhir, konflik ini telah merenggut sekitar 1.500 nyawa. Lebih dari 1,2 juta orang terpaksa meninggalkan rumah mereka, angka yang mencerminkan lebih dari 20 persen populasi Lebanon. Desa-desa menjadi sunyi dan banyak keluarga tercerai-berai oleh ketakutan.
Baca juga : Sheila Marcia, Sentil Balik Netizen Soal Outfit Seksi
Pasukan penjaga perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk Lebanon (UNIFIL) juga ikut terdampak. Bahkan, tiga tentara Nasional Indonesia (TNI) menjadi korban tewas dalam perang di wilayah itu.
UNIFIL sedang menyelidiki serangan-serangan tersebut, tetapi tidak menyebut pihak mana yang bertanggung jawab, apakah Israel atau Hizbullah. Militer Israel juga mengaku sedang melakukan penyelidikan.
Baca juga : AS-Iran Kembali Bahas Perdamaian, Semoga Perang Segera Berakhir
Komunitas internasional menyuarakan kekhawatiran atas tingginya korban sipil dan risiko pelanggaran hukum humaniter. Sekretaris PBB Antonio Guterres dan Uni Eropa mengecam serangan tersebut. LDU
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 8 April 2026 dengan judul "Bunyi Lonceng Gereja Di Lebanon Selatan Pesan Damai Menggema Dari Permukiman Warga"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.