Dark/Light Mode

Harga Plastik Melambung Tinggi

Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar

Selasa, 7 April 2026 07:05 WIB
Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto.
Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto.

RM.id  Rakyat Merdeka - Senayan menyoroti lonjakan harga plastik dan bahan kemasan yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir. Kondisi ini memberatkan pelaku usaha, khususnya sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) makanan dan minuman.

Anggota Komisi VI DPR Firnando Ganinduto berharap, kondisi ini tidak boleh dibiarkan berlarut-larut tanpa intervensi. Pemerintah, khususnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) perlu segera mengambil langkah strategis untuk mengendalikan harga dan memastikan ketersediaan bahan baku di pasar domestik.

Dia menilai, lonjakan harga plastik dalam beberapa hari ini telah menekan margin keuntungan pelaku usaha kecil. Sementara itu, pelaku UMKM tidak bisa langsung menaikkan harga jual karena berisiko kehilangan konsumen.

“Ini bukan sekadar kenaikan harga biasa, tetapi sudah masuk kategori tekanan biaya yang serius bagi UMKM," ujar Firnando di Jakarta, Senin (6/4/2026).

Fenomena ini, lanjutnya, merupakan bentuk nyata dari cost-push inflation. Artinya, kenaikan biaya input produksi memaksa pelaku usaha menanggung beban tambahan. Dalam kondisi ini, UMKM menjadi pihak yang paling rentan karena keterbatasan daya tawar dan akses terhadap alternatif bahan baku.

Baca juga : Ujian Berjalan Lancar, Partisipasi Siswa Tinggi

Untuk itu, Pemerintah perlu segera melakukan stabilisasi melalui beberapa langkah. Antara lain; pengawasan distribusi bahan baku dan penguatan industri petrokimia dalam negeri. Tujuannya untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan global.

Ia menekankan, langkah percepatan pengadaan bahan baku impor harus segera dilakukan. Caranya dengan menjalin kerja sama langsung dengan negara-negara penyedia utama bahan baku plastik. Harapannya, pasokan dapat segera masuk ke dalam negeri dan tekanan harga bisa diredam dalam waktu singkat.

Selain itu, ia mendorong adanya koordinasi lintas kementerian untuk memastikan kebijakan yang diambil tidak bersifat jangka pendek. Berikan perlindungan berkelanjutan bagi pelaku usaha jika terdapat kasus tersendatnya bahan baku plastik.

Kemendag, tambah dia, harus hadir lebih aktif dalam menjaga keseimbangan pasar. Jangan sampai pelaku UMKM terus menjadi pihak yang menanggung beban dari gejolak global. "Harapannya agar stabilitas harga dan keberlangsungan usaha tetap terjaga,” tegas politikus Golkar ini.

Bagaimana tanggapan Kemendag?

Baca juga : Akhirnya, Bareskrim Ringkus Buronan Narkoba The Doctor

Mendag Budi Santoso memastikan, Pemerintah tengah mencari sumber alternatif untuk bahan baku plastik mengantisipasi gangguan impor dari negara-negara di Timur Tengah (Timteng). Sebab, kondisi tersebut mengakibatkan adanya dampak terkait aktivitas impor nafta yang digunakan untuk memproduksi plastik.

"Nafta itu kita impor dari Timteng. Jadi kita terdampak dari bahan baku," kata Budi di Jakarta, kemarin.

Budi mengaku sudah melakukan pendekatan dengan beberapa negara termasuk India dan sejumlah pihak lain di Afrika dan Amerika. "Jadi kita berharap proses ini bisa berjalan dengan baik, sehingga harga bisa kembali normal," kata dia.

Kemendag juga sudah melakukan pembicaraan dengan asosiasi dan pelaku industri untuk mencarikan alternatif lain selain Timteng. Pihaknya terus berkomunikasi dengan perwakilan Pemerintah Indonesia di luar negeri untuk membantu mencari pemasok baru untuk memastikan pasokan bahan baku plastik tetap lancar.

Budi mengungkap, kondisi serupa tidak hanya terjadi di Indonesia. Tapi juga di sejumlah negara lain termasuk Singapura, China, Korea Selatan, Thailand, dan Taiwan.

Baca juga : NTA Ringankan Beban Sandwich Generation

"Untuk bahan baku terus kita cari sehingga produksi di dalam negeri tetap normal kembali dan pasokan plastik tetap dijaga dengan baik," pungkasnya. TIF

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Selasa, 7 April 2026 dengan judul "Harga Plastik Melambung Tinggi Legislator Usul Pemerintah Lakukan Intervensi Pasar"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.