BREAKING NEWS
 

Temui Putin, Prabowo Amankan Stok BBM

Reporter : KHOIRUL UMAM
Editor : ADITYA NUGROHO
Selasa, 14 April 2026 08:10 WIB
Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Setkab)

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto sudah berada di Moscow, Rusia, dan bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Dalam pertemuan itu, Prabowo dan Putin bahas kerja sama energi dan kondisi geopolitik.

Salah satu tujuan Prabowo ketemu Putin untuk mengamankan pasokan bahan bakar minyak (BBM) di tengah tersendatnya distribusi minyak akibat perang Amerika Serikat (AS)–Iran.

Prabowo berangkat menggunakan pesawat Garuda Indonesia dari Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada Minggu (12/4/2026) pukul 23.10 WIB. Dalam penerbangan menuju Rusia, Prabowo didampingi Menteri Luar Negeri Sugiono, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.

Setelah menempuh penerbangan non-stop selama 12 jam, Prabowo tiba di Bandara Vnukovo-2, Moskow, Federasi Rusia, pada Senin (13/4/2026) pukul 07.45 waktu setempat.

Di bawah tangga pesawat, Prabowo disambut Deputy Foreign Minister Rusia Andrey Rudenko, Director of State Protocol Department Rusia Igor Bogdashev, Duta Besar Republik Indonesia untuk Federasi Rusia Jose Tavares, serta Atase Pertahanan RI di Moskow Marsma TNI Budi Susilo.

Prabowo kemudian melakukan pertemuan dengan mahasiswa Indonesia di Moskow. Dalam pertemuan itu, Prabowo disambut hangat oleh para mahasiswa.

Siang harinya, Prabowo bersama rombongan menuju ke Istana Kremlin untuk bertemu dengan Putin. 

Prabowo mengucapkan terima kasih kepada Putin karena mau menerima dirinya. "Terima kasih atas penerimaan yang begitu cepat,” kata Prabowo.

Baca juga : Indonesia Kontrol Penuh Aktivitas Wilayah Udara

Prabowo menilai dukungan penuh Rusia terhadap keanggotaan BRICS memperkuat posisi Indonesia di kancah global. "Hampir semua bidang yang kita sepakati beberapa bulan yang lalu mengalami kemajuan yang pesat," ujar Prabowo.

Namun, dia mengakui, masih terdapat sejumlah hal yang perlu dipercepat, terutama dalam kerja sama moneter antar kedua negara. "Ada satu-dua kesepakatan yang perlu kita percepat. Saya akan menangani langsung, khususnya terkait hubungan moneter kedua negara,” tegasnya.

Prabowo juga menyebut, kunjungannya juga bertujuan untuk melakukan konsultasi strategis terkait perkembangan geopolitik dunia yang semakin dinamis dan penuh ketidakpastian. Ia menilai, Rusia memainkan peran penting dalam menjaga stabilitas global.

“Kami merasa perlu berkonsultasi untuk menghadapi tantangan ke depan, khususnya dalam mempererat kerja sama di bidang ekonomi dan energi,” ujar Prabowo.

Sementara itu, Putin menyambut baik kunjungan Prabowo ke negaranya. Putin menegaskan, komitmen Rusia untuk memperdalam hubungan bilateral dengan Indonesia melalui implementasi nyata kemitraan strategis yang telah disepakati.

“Kami telah mengadopsi deklarasi kemitraan strategis dan kini fokus pada langkah konkret untuk memberikan makna nyata dalam hubungan kedua negara,” beber Putin.

Adsense

Putin mengungkapkan, perdagangan bilateral Indonesia-Rusia mengalami peningkatan sebesar 12 persen pada tahun lalu. Sekalipun terdapat sedikit perlambatan di awal tahun ini. Namun, Putin optimistis terdapat berbagai peluang untuk kembali meningkatkan volume perdagangan.

Ia juga menekankan, pentingnya peran komisi bersama antar pemerintah dalam mengidentifikasi solusi guna memperkuat kerja sama ekonomi. Sejumlah sektor strategis menjadi fokus kerja sama kedua negara. Antara lain energi, antariksa, pertanian, industri manufaktur, dan farmasi. Selain itu, kerja sama di bidang pendidikan dan hubungan antar masyarakat juga terus diperkuat.

Baca juga : Saling Blokade, AS-Iran Unjuk Gigi Di Selat Hormuz

"Indonesia sudah menjadi anggota BRICS. Hal ini membuka peluang baru untuk mengembangkan kerja sama kita. Hal sama kita bisa bicara mengenai kerja sama dengan Uni Ekonomi Eurasia," tutur Putin.

Sebelumnya, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan, salah satu fokus pembahasan adalah penguatan ketahanan energi nasional melalui kelanjutan kerja sama dengan Rusia.

“Melanjutkan kerja sama dengan pemerintah Rusia dan memastikan pasokan energi nasional yang stabil, termasuk ketersediaan minyak,” ujar Teddy, dikutip dari akun Instagram @sekretariat.kabinet, Senin (13/4/2026).

Selain isu energi, Prabowo dan Putin juga akan bertukar pandangan mengenai perkembangan geopolitik global. “Menyuarakan posisi strategis Indonesia dalam menjaga stabilitas dan perdamaian dunia,” tegas Teddy.

Sementara itu, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebut, kemungkinan kelanjutan proyek kilang minyak hasil kerja sama Indonesia dengan perusahaan energi Rusia, PJSC Rosneft Oil Company, turut dibahas. Proyek Grass Root Refinery (GRR) atau Kilang Tuban yang digarap bersama Pertamina dinilai masih membutuhkan percepatan.

“Nah, mungkin itu salah satu yang akan bisa kita tindak lanjuti. Namun itu kan B2B (business to business),” ujar Bahlil di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (10/4/2026).

Bahlil juga menegaskan pemerintah membuka peluang impor minyak dari berbagai negara, termasuk Rusia, sebagai langkah diversifikasi pasokan energi di luar kawasan Timur Tengah dan Amerika Serikat. “Amerika saja sekarang sudah membuka untuk Rusia,” pungkasnya.

Sebagai informasi, Rusia membuka peluang memasok minyak dan gas ke Indonesia seiring eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah yang berdampak pada jalur distribusi minyak dunia di Selat Hormuz. Duta Besar Rusia untuk Indonesia Sergei Tolchenov menyatakan negaranya siap bekerja sama di sektor energi.

Baca juga : Syaifullah Tamliha: Pengadilan Militer Tetap Relevan Untuk Kasus Ini

“Jika mereka membutuhkan sesuatu, silakan hubungi kami, sampaikan apa yang dibutuhkan, dan kami akan mendiskusikan bagaimana hal itu bisa dilaksanakan,” ujar Tolchenov kepada wartawan di Jakarta, Selasa (31/3/2026).

Tolchenov menambahkan, Rusia terbuka menjalin kerja sama energi melalui kontrak jangka panjang. Ia mencontohkan, Rusia saat ini memasok minyak ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, China, India, dan sejumlah negara di Asia Tenggara seperti Filipina.

Sebelumnya, Prabowo menjelaskan, alasan kunjungan ke sejumlah negara, seperti Jepang dan Korea Selatan, sebagai langkah antisipasi terhadap ancaman krisis minyak global yang berpotensi berdampak ke Indonesia.

“Dibilang Prabowo jalan-jalan ke luar negeri. Saudara-saudara, untuk amankan minyak, saya harus ke mana-mana,” kata Presiden Prabowo saat Rapat Kerja Pemerintah di Istana, Jakarta, Rabu (8/4/2026).

Prabowo menegaskan, di tengah situasi geopolitik global yang bergejolak, pemerintah perlu aktif menjalin komunikasi dan kerja sama dengan berbagai negara guna menjaga stabilitas ekonomi nasional, khususnya di sektor energi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense