Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Lambat
Menteri PU Jengkel: Kalau Masih Muda, Saya Tonjok
Selasa, 14 April 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo dibuat jengkel saat meninjau pembangunan Sekolah Rakyat di Nganjuk, Jawa Timur, Sabtu (11/4/2026). Pasalnya, progres proyek prioritas Presiden tersebut baru mencapai sekitar 15 persen, masih jauh dari target. Sejumlah anak buah di lapangan pun kena semprot.
Pada akhir pekan lalu, Sabtu (11/4/2026), hingga Minggu (12/4/2026), Dody melakukan kunjungan kerja ke Jawa Timur untuk mengecek progres pembangunan Sekolah Rakyat. Sejumlah lokasi didatangi. Mulai dari Nganjuk, Surabaya, hingga beberapa daerah lain guna memastikan proyek berjalan sesuai target.
Kekecewaan itu diluapkan Dody usai meninjau progres pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya, Minggu (13/4/2026).
Kepada wartawan, Dody menjelaskan capaian pembangunan di Nganjuk baru sekitar 15 persen. Angka itu dinilai terlalu rendah, sementara daerah lain seperti Surabaya dan Sampang menunjukkan progres lebih baik.
Dia juga menyoroti sikap tim teknis di lapangan yang dinilai lebih banyak memberikan alasan daripada solusi. Padahal, menurutnya, yang dibutuhkan adalah langkah konkret untuk mengejar ketertinggalan.
“Saya tidak suka kalau hanya memberi alasan. Harusnya kasih solusi agar progres bisa dikejar,” tegas Dody saat meninjau proyek di Surabaya, Minggu (12/4/2026).
Dody mengaku sangat jengkel melihat program prioritas presiden tidak digarap serius. Dia bahkan menyebut emosinya sempat memuncak saat berada di lapangan.
Baca juga : Beli Sepatu Rp 129 Juta, Bupati Tulungagung Minta Reimburse Ke Kepala OPD
“Kalau saya masih muda, mungkin sudah saya tonjok itu kepala balai atau PPK. Saya jengkel. Jangan main-main dengan program Presiden,” tegasnya lagi.
“Kalau memang tidak sejalan, lebih baik mundur dari ASN,” imbuhnya.
Menurut Dody, Sekolah Rakyat merupakan program strategis Presiden untuk masa depan generasi bangsa, khususnya bagi masyarakat prasejahtera. Karena itu, pelaksanaannya harus dijaga dengan baik.
“Program ini penting untuk menghapus kemiskinan ekstrem. Jangan sampai diselewengkan,” ujarnya.
Dia juga mengungkap kekesalan tersebut sebenarnya sudah muncul sejak dua bulan lalu. Saat itu, dia menemukan ketidaksinkronan antara target penyelesaian proyek dengan kontrak di lapangan.
Presiden menargetkan sekolah sudah bisa digunakan pada awal Juli 2026. Namun, dalam kontrak, penyelesaian proyek justru dijadwalkan lebih lama.
“Targetnya Juli sudah dipakai, tapi kontraknya berakhir 23 Juli. Ini jadi tidak sinkron,” katanya.
Baca juga : Bansos Sedang Dikaji Tunggu Arahan Presiden
Dody telah menegur jajaran terkait persoalan tersebut. Dia meminta seluruh pihak segera menyesuaikan pekerjaan agar target yang ditetapkan dapat tercapai.
Dody mengaku telah memberi peringatan. Sebagai langkah lanjutan, dia akan mengevaluasi jajaran yang menangani proyek tersebut. Dia bahkan membuka kemungkinan melakukan perombakan di Direktorat Jenderal Prasarana Strategis.
Meski memberikan teguran keras di Nganjuk, Dody mengapresiasi progres pembangunan Sekolah Rakyat di Surabaya. Proyek di Kedung Cowek telah mencapai sekitar 45 persen dan dinilai masih sesuai target penyelesaian pada bulan Juni 2026. “Bagus ya, yang saya lihat ini sudah top,” katanya.
Dia membandingkan dengan daerah lain seperti Jombang dan Sampang. Menurutnya, progres di dua daerah itu masih cukup baik meski sedikit tertinggal dibanding Surabaya.
Dia juga menyinggung jumlah tenaga kerja yang tidak sebanding dengan kebutuhan proyek. Untuk mengejar target, seharusnya penambahan dilakukan dalam jumlah besar.
Di lokasi lain, seperti Kabupaten Sampang, progres pembangunan justru menunjukkan hasil lebih baik. Hingga 10 April 2026, capaian fisik sudah menyentuh sekitar 36 persen dengan dukungan lebih dari 520 tenaga kerja.
“Mohon dijaga kualitas kerjanya dan ditambah pekerjanya supaya lebih cepat,” pesannya.
Baca juga : PSI Riau Perkuat Struktur Hingga Ke Tingkat Ranting
Dia menyebut, pekerjaan di Sampang bahkan berjalan hingga dini hari demi mengejar target. Infrastruktur dasar seperti air dan listrik juga sudah mulai terpasang.
“Air sudah full dari PDAM, listrik juga sudah mulai dipasang,” ucapnya.
Kemudian dia juga ke lokasi di Tuban. Proyek Sekolah Rakyat di Tuban juga terus berjalan dengan progres sekitar 26 persen. Secara keseluruhan, pembangunan di Jatim tercatat sudah mencapai lebih dari 33 persen.
Pembangunan Sekolah Rakyat sendiri ditargetkan selesai pada 20 Juni 2026, dengan tahap akhir rampung pada 30 Juni. Program ini diharapkan mulai digunakan pada awal Juli mendatang untuk mendukung pendidikan masyarakat kurang mampu di berbagai daerah. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Selasa, 14 April 2026 dengan judul "Pembangunan Sekolah Rakyat Nganjuk Lambat Menteri PU Jengkel: Kalau Masih Muda, Saya Tonjok"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya