RM.id Rakyat Merdeka - Panglima Militer Pakistan Field Marshal Asim Munir mendarat di Teheran, Iran, Rabu petang (15/4/2026). Kedatangannya bersama Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi merupakan upaya untuk menjaga dialog negosiasi damai antara Amerika Serikat (AS) dan Iran, tuntas.
Kedatangan dua petinggi Pakistan ini disambut hangat Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi di Bandara Internasional Teheran Imam Khomeini.
Pekan lalu, Pakistan menjadi tuan rumah negosiasi damai antara AS dan Iran. Sayangnya, negosiasi itu mandek dan belum menghasilkan kesepakatan apa pun.
Kunjungan Munir merupakan bagian dari upaya Pakistan untuk menghidupkan kembali perundingan Washington DC-Teheran, setelah kedua belah pihak gagal mencapai kesepakatan damai di Islamabad, akhir pekan lalu.
Pihak militer Pakistan sudah membagikan foto kunjungan Munir di akun Facebook mereka.
Baca juga : Dea Annisa, Siapkan Kejutan Buat Calon Suami
Baik Teheran maupun Washington menyatakan apresiasi mereka atas upaya Pakistan dalam mencari jalan keluar dari konflik yang sudah berlangsung selama tujuh pekan. Saat ini, Iran dan AS berada dalam masa gencatan senjata yang akan berakhir pekan depan.
“Sangat senang menyambut Field Marshal Munir ke Iran,” tulis Araghchi dalam unggahannya di platform media sosial X, Kamis (16/4/2026).
Dia menyampaikan rasa terima kasih atas kesediaan Pakistan menjadi tuan rumah dialog damai.
“Ini mencerminkan kedalaman hubungan bilateral kita yang luar biasa,” puji Araghchi.
Di Washington, Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt juga memberikan pujian serupa terhadap peran Islamabad dalam negosiasi AS-Iran.
Baca juga : Akan Dapat Pasokan dari Rusia, Alhamdulillah Stok BBM & LPG Kita Aman
“Pakistan telah menjadi mediator yang luar biasa. Kami sangat menghargai persahabatan, serta upaya mereka untuk menuntaskan kesepakatan ini,” ujar Leavitt dikutip dari Reuters, Kamis (16/4/2026).
Munir bersama PM Pakistan Shehbaz Sharif, telah memimpin upaya mediasi Pakistan untuk mengakhiri krisis di Timur Tengah.
Akhir pekan lalu, Islamabad menjamu perunding dari AS yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance serta perunding dari Iran. Namun, negosiasi selama 21 jam tersebut belum membuahkan hasil. Terutama karena perbedaan pandangan terkait program nuklir Iran.
Seorang sumber yang mengetahui masalah ini menyebutkan bahwa AS dan Iran tengah mempertimbangkan perpanjangan gencatan senjata selama dua minggu guna memberikan waktu lebih bagi negosiasi damai.
Hal ini diharapkan dapat mengurangi risiko kembalinya pertempuran, meski ketegangan di Selat Hormuz terus meningkat.
Baca juga : Semoga AS-Iran Segera Damai
Sejak AS dan Israel melancarkan serangan udara ke Iran pada 28 Februari 2026, Iran menutup Selat Hormuz bagi hampir semua kapal yang terafiliasi dengan AS dan Israel.
Hampir seperlima pasokan minyak dan gas dunia sebelumnya melewati jalur sempit tersebut, sehingga dampaknya sangat luas. DAY
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Jumat, 17 April 2026 dengan judul "Terbang Ke Iran Untuk Akhiri Konflik Di Timteng Panglima Militer Pakistan Disambut Hangat Teheran"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.