BREAKING NEWS
 

Kebakaran Besar di Malaysia Hanguskan 1.000 Rumah, Kemlu Data WNI

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : UJANG SUNDA
Senin, 20 April 2026 12:53 WIB
Kebakaran besar melanda kawasan Batu Sapi, Sandakan, Sabah, Malaysia, Minggu (19/4/2026) dini hari. (Foto: JBPM Sabah)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran besar melanda kawasan Batu Sapi, Sandakan, Sabah, Malaysia, Minggu (19/4/2026) dini hari. Sekitar 1.000 rumah dilaporkan terbakar dari total 1.200 unit yang ada di lokasi tersebut. Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa.

Direktur Pelindungan WNI Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Heni Hamidah menerangkan, Pemerintah terus memantau situasi dan memberikan pendampingan bagi Warga Negara Indonesia (WNI) terdampak. “Fokus utama Pemerintah saat ini adalah memastikan keselamatan dan pendataan seluruh WNI yang terdampak,” kata Heni, dalam keterangannya, Senin (20/4/2026). 

Sejumlah warga dilaporkan mengalami luka ringan saat berusaha menyelamatkan barang-barang mereka dalam kebakaran tersebut. Mereka telah mendapatkan penanganan medis. 

Baca juga : Ara Siap Permak 1.000 Rumah Terdampak Banjir Di Sitaro

Mayoritas penghuni kawasan tersebut merupakan warga negara Malaysia, Filipina. Ada juga WNI yang menikah dengan warga setempat, tinggal di daerah itu.

Heni mengatakan, Kemlu melalui KJRI Kota Kinabalu bersama Direktorat Pelindungan WNI telah mengambil sejumlah langkah penanganan. Upaya tersebut meliputi koordinasi intensif dengan otoritas setempat untuk memperoleh data akurat terkait jumlah dan kondisi WNI terdampak dan pemantauan langsung situasi di lapangan termasuk penanganan pengungsi dan distribusi bantuan. Perwakilan RI juga menyiapkan fasilitasi dokumen keimigrasian bagi WNI yang kehilangan dokumen penting akibat kebakaran.

Adsense

“Perwakilan RI terus berkoordinasi dengan otoritas setempat guna memastikan kebutuhan para korban, termasuk WNI, dapat terpenuhi dengan baik,” kata Heni.

Baca juga : Jaksa Agung: Negara Tidak Boleh Kalah dari Mafia yang Haus Kekayaan Hutan

Para korban kebakaran yang membutuhkan bantuan telah dievakuasi kr pusat penampungan sementara (PPS) dan ditangani oleh otoritas terkait di Sandakan.

Kemlu mengimbau keluarga di Indonesia yang memiliki kerabat di kawasan tersebut untuk tetap tenang dan menunggu informasi resmi dari Pemerintah. Hingga ini, perwakilan RI masih mendata jumlah WNI yang terdampak kebakaran. 

Perdana Menteri (PM) Malaysia Anwar Ibrahim menyatakan keprihatinannya atas kebakaran besar yang melanda Kampung Bahagia ini. Ia menegaskan, saat ini prioritas utama Malaysia adalah keselamatan para korban serta percepatan bantuan di lapangan.

Baca juga : Nasabah PNM Mekaar di Bandung Barat Kembangkan Usaha Lewat Ultra Mikro BRI

"Pemerintah Federal sedang berkoordinasi dengan Pemerintah Negara Bagian Sabah untuk memberikan bantuan dasar dan penempatan sementara secepat mungkin," kata Anwar, dalam unggulannya di X, Senin (20/4/2026). 

Otoritas pemadam kebakaran Jabatan Bomba dan Penyelamat Malaysia (JBPM) Sabah menyatakan, operasi pemadaman dan evakuasi dilakukan sejak dini hari. Selain itu, pusat pemindahan sementara (PPS) telah diaktifkan untuk menampung ribuan warga yang kehilangan tempat tinggal.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense