Dark/Light Mode

Libatkan Pekerja Lokal

Ara Siap Permak 1.000 Rumah Terdampak Banjir Di Sitaro

Sabtu, 11 April 2026 19:26 WIB
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau lokasi terdampak banjir di Sitaro Sulawesi Utara, Jumat (10/4/2026). Dok: PKP
Menteri PKP Maruarar Sirait meninjau lokasi terdampak banjir di Sitaro Sulawesi Utara, Jumat (10/4/2026). Dok: PKP

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah mempercepat penanganan dampak banjir di Kabupaten Sitaro, Sulawesi Utara. Sebanyak 1.000 rumah tidak layak huni dan terdampak banjir akan diperbaiki mulai pekan depan.

Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman Maruarar Sirait mengatakan, program bedah rumah ini merupakan arahan Presiden Prabowo Subianto. Tujuannya membantu warga sekaligus mendorong penurunan angka kemiskinan di wilayah kepulauan tersebut.

“Untuk rumah dengan kondisi sangat memprihatinkan akan dibangun baru karena tidak layak huni,” ujar Maruarar saat meninjau lokasi terdampak, Jumat (10/4/2026).

Baca juga : Lawan Persija, Bhayangkara Minus 2 Pemain Asing Andalan

Program ini dijadwalkan mulai berjalan Rabu (15/4/2026). Sebanyak 3.000 tenaga kerja lokal akan dilibatkan dalam proses renovasi. Selain memperbaiki hunian, langkah ini diharapkan menggerakkan ekonomi masyarakat setempat.

Dalam kunjungan itu, Maruarar didampingi Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Dirjen Perumahan Perkotaan Sri Haryati, serta Kepala Badan Pusat Statistik Amalia Adininggar Widyasanti. Turut hadir Wakil Gubernur Sulawesi Utara Victor Mailangkay, Wali Kota Manado Andrei Angouw, dan Wakil Wali Kota Richard Sualang.

Maruarar juga melakukan peninjauan ke sejumlah daerah di Sulawesi Utara seperti Minahasa, Tomohon, dan Manado. Ia mengecek kondisi rumah tidak layak huni, rumah subsidi, hingga rumah susun.

Baca juga : Dialog Dengan Pakar, Pengamat: Bukti Prabowo Terbuka Terima Saran Dan Kritik

Tito menegaskan program bantuan stimulan perumahan swadaya menjadi bukti kehadiran negara hingga wilayah terluar.

“Presiden memberi perhatian sampai ke daerah seperti Sitaro,” katanya.

Sementara itu, Amalia memastikan penyaluran bantuan berbasis data akurat agar tepat sasaran.

Baca juga : Mendikdasmen Resmikan 6 Kelas Darurat untuk Siswa Terdampak Banjir Pidie Jaya

Program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas hunian sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal di wilayah perbatasan Indonesia-Filipina.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.