BREAKING NEWS
 

Selamat Dari Upaya Pembunuhan, Trump Yakin Tidak Terkait Dengan Iran

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Senin, 27 April 2026 08:00 WIB
Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dibawa keluar ruangan oleh Tim Secret Service setelah seorang pria melepaskan tembakan selama acara makan malam tahunan Asosiasi Wartawan Gedung Putih di Washington, D.C., AS, Sabtu (25/4/2026). (Foto: Reuters/Bo Erickson)

RM.id  Rakyat Merdeka - Acara White House Correspondents Dinner di Hotel Hilton, Washington DC, Sabtu (25/4/2026) malam, berakhir mencekam. Aksi penembakan terjadi saat acara sedang berjalan. Beruntung, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang berada di lokasi, selamat dari upaya pembunuhan.

Padahal, acara makan malam bagi koresponden atau jurnalis dunia itu, dihadiri pejabat tinggi AS seperti Ketua DPR AS Mike Johnson, Menteri Kesehatan Robert F. Kennedy, dan Menteri Keuangan Scott Bessent. Bahkan Ibu Negara Melania Trump dan Wakil Presiden AS JD Vance hadir mendampingi Trump.

Namun, di tengah jalannya acara, agen Secret Service tiba-tiba berteriak memperingatkan adanya tembakan. Seorang pria dilaporkan berlari ke ruang transisi yang menghubungkan hotel dengan ballroom, mencoba menerobos pengamanan dan pos pemeriksaan yang dilengkapi detektor logam, sembari melepaskan tembakan. 

Suasana langsung berubah kacau. Ballroom dikunci, sementara petugas keamanan berteriak meminta seluruh tamu tiarap. Para undangan panik, bersembunyi di bawah meja atau merebahkan diri di lantai. 

Agen Secret Service dengan sigap mengamankan Trump dan Ibu Negara yang berada di atas panggung. Keduanya langsung dievakuasi ke lokasi aman dengan pengawalan ketat pasukan bersenjata lengkap. Selain Trump, Wakil Presiden, Ketua DPR, Menteri Kesehatan, serta Menteri Keuangan juga turut diamankan. 

Dalam insiden tersebut, seorang agen Secret Service dilaporkan terkena tembakan. Namun, peluru hanya mengenai perlengkapan pelindungnya. 

Usai kejadian, Trump menegaskan insiden itu tidak akan menghalanginya, termasuk dalam menghadapi konflik dengan Iran. Ia juga menilai penembakan tersebut kemungkinan tidak terkait dengan situasi di Timur Tengah. 

Baca juga : Tak Penuhi Standar, 1.700 SPPG Disuspend BGN

“Saya tidak tahu apakah ini ada hubungannya, tapi saya rasa tidak,” kata Trump dalam konferensi pers di Gedung Putih, didampingi Direktur FBI Kash Patel dan Jaksa Agung sementara Todd Blanche, seperti dikutip AFP, Minggu (26/4/2026). 

Trump bahkan sempat berkelakar bahwa jabatan presiden adalah pekerjaan berbahaya. Namun, ia menegaskan siap menghadapi risiko tersebut. 

“Saya tidak bisa membayangkan ada profesi yang lebih berbahaya. Tapi saya mencintai negara ini,” ujarnya. 

Ia juga menyebut pelaku diduga bertindak sendiri atau lone wolf. Menurutnya, penyerang berada sekitar 50 yard atau sekitar 46 meter dari lokasi acara. “Ruangan itu sangat aman, jadi dia cukup jauh dari lokasi,” jelasnya. 

Trump memastikan seluruh tamu, termasuk Wakil Presiden dan anggota kabinet lainnya, dalam kondisi aman. Ia juga memuji respons cepat Secret Service dan menyebut kondisi agen yang tertembak sudah membaik. 

Trump menilai insiden ini menjadi pengingat ancaman terhadap stabilitas negara, namun juga diyakini dapat memperkuat persatuan nasional. “Saya meminta seluruh warga Amerika untuk menyelesaikan perbedaan secara damai,” katanya. 

Adsense

Jaksa Agung sementara Todd Blanche menyatakan penyelidikan masih berlangsung dan dakwaan terhadap pelaku segera diajukan. Sementara itu, Direktur FBI Kash Patel mengungkapkan aparat tengah memeriksa bukti balistik, termasuk senjata dan selongsong peluru. 

Baca juga : Soal Selat Malaka, Pemerintah Tunduk Ke Konvensi PBB

Juru bicara Secret Service, Anthony Guglielmi, memastikan satu orang telah ditangkap. “Presiden dan Ibu Negara aman. Penegak hukum sedang menyelidiki secara aktif,” ujarnya. 

Pelaku diidentifikasi sebagai Cole Tomas Allen (31), seorang guru sekaligus pengembang gim video asal California Selatan yang tinggal di Torrance, dekat Los Angeles. 

Akibat insiden tersebut, acara gala dinner dibatalkan dan dijadwalkan ulang dalam 30 hari ke depan. 

Analis Penegak Hukum Andrew McCabe menilai, terjadinya penembakan di acara tersebut menjadi sesuatu yang sangat mengejutkan. Pasalnya, dengan banyak pejabat penting yang hadir dalam acara tersebut, termasuk hadirnya Kepala FBI Kash Patel, acara itu seharusnya memiliki level keamanan yang sangat canggih. 

“Setara dengan level acara keamanan nasional,” kata McCabe dilansir dari CNN

Menurutnya, pasti ada koordinasi yang masif antara Dinas Rahasia AS, dan juga penegak hukum lainnya. Namun dengan masuknya pria bersenjata ke tempat itu, maka ada lubang dalam koordinasi tersebut. 

“Itu akan menghancurkan seluruh rencana Anda, semua koordinasi itu, dan membuatnya berantakan,” tuturnya. “Kejutan adalah musuh bagi perencanaan penegakan hukum,” lanjut McCabe. 

Baca juga : 1 Lagi, Prajurit TNI Gugur Di Lebanon

Diketahui, upaya pembunuhan terhadap Trump bukan kali pertama. Selama kampanye Pilpres 2024, ia dua kali menjadi target serangan. 

Pada Juli 2024, Thomas Matthew Crooks menembak saat kampanye di Butler, Pennsylvania. Peluru mengenai telinga kanan Trump, menewaskan satu orang dan melukai dua lainnya. Pelaku tewas ditembak aparat. 

Dua bulan kemudian, Ryan Routh mencoba menyerang Trump di West Palm Beach, Florida, saat ia bermain golf. Pelaku berhasil dilumpuhkan sebelum sempat melancarkan aksinya. 

Masih di tahun yang sama, seorang warga Pakistan ditangkap terkait rencana pembunuhan atas nama Korps Garda Revolusi Iran. Seorang warga Iran lainnya juga didakwa atas rencana serupa. 

Pada Februari 2026, seorang pria bersenjata tewas ditembak saat mencoba mendekati Mar-a-Lago. 

Bahkan lebih jauh, pada 2016, seorang warga Inggris mencoba merebut senjata polisi untuk menyerang Trump di Las Vegas. Pada 2020, seorang warga Prancis-Kanada juga mengirimkan surat beracun kepada Trump. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense