Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Punya Cadangan Pangan 5 Juta Ton
Bulog Bisa Tekan Harga Beras & Antisipasi El Nino
Senin, 27 April 2026 06:35 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Perum Bulog menorehkan kinerja gemilang dalam menyerap beras petani. Perusahaan pelat merah ini memiliki stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) mencapai 5 juta ton. Swasembada pangan ini memperkokoh Pemerintah dalam menghadapi ketidakpastian geopolitik global dan dampak risiko perubahan iklim tahun ini.
Direktur Utama Bulog Ahmad Rizal Ramdhani mengatakan, capaian stok Cadangan Pangan Pemerintah (CPP) tersebut menjadi tonggak penting dalam memperkuat ketahanan pangan nasional.
Rizal menegaskan, keberhasilan ini bukan sekadar angka, melainkan bukti nyata kehadiran negara dalam menjamin ketersediaan pangan bagi seluruh masyarakat.
“Kamis (23/4/2026) stok beras yang ada di gudang Bulog mencapai 5.000.198 ton. Ini menjadi wujud komitmen Bulog dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga beras,” ujar Rizal dalam keterangannya, Jumat (24/4/2026).
Baca juga : SPHP Berlanjut, Pembelian Beras Dibatasi 25 Kilogram
Menurut Rizal, hal tersebut menjadi fondasi kuat untuk menghadapi berbagai tantangan ke depan, sekaligus memastikan masyarakat tetap memperoleh akses pangan yang cukup dan terjangkau.
Ia mengungkapkan, capaian ini merupakan hasil dari kerja kolektif yang solid. Yakni mulai dari optimalisasi penyerapan gabah atau beras petani dalam negeri, penguatan koordinasi lintas sektor, hingga dukungan infrastruktur pergudangan yang semakin luas dan modern.
Saat ini Bulog didukung oleh jaringan lebih dari 1.500 gudang milik sendiri dan lebih dari 1.200 gudang mitra yang disewa dan tersebar di seluruh Indonesia guna memastikan stok tersimpan aman dan siap didistribusikan secara merata.
Ia menyadari, kebutuhan gudang terus meningkat seiring produksi beras yang tumbuh cepat. Lonjakan ini tidak hanya dipicu dari peningkatan produksi, tetapi juga dari program pompanisasi saat musim kemarau.
Baca juga : Jakarta Diminta Siap Hadapi El Nino Godzilla
Alhasil, kapasitas gudang yang semula dicadangkan sekitar 2 juta ton, tidak lagi mencukupi. Mengingat ada peningkatan produksi yang mendorong tambahan kebutuhan sekitar 1 juta ton yang akan dipenuhi melalui skema sewa gudang.
Untuk itu, pihaknya akan memprioritaskan penambahan kapasitas gudang di tiga provinsi utama untuk menampung lonjakan produksi beras tersebut, yakni di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat.
Ia menegaskan, langkah ini ditempuh sambil menunggu pembangunan gudang permanen selesai.
“Sewa gudang akan terus bertambah. Untuk gudang-gudang besar seperti di Jawa Timur, Jawa Tengah dan Jawa Barat, sudah mulai berjalan untuk mengejar tambahan kapasitas sekitar 1 juta ton,” terangnya.
Baca juga : Barca Di Ambang Juara
Dia mengungkapkan, Pemerintah juga tengah menyiapkan pembangunan 100 gudang baru dengan teknologi penyimpanan modern yang dikembangkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), untuk memperpanjang daya simpan beras hingga dua tahun, tanpa harus ada fumigasi dan lain sebagainya.
“Implementasinya bertahap. Harapannya, seluruh gudang baru bisa menggunakan teknologi tersebut. Namun, kami menyesuaikan dengan kebutuhan biaya dan kesiapan teknis di lapangan,” tutur Rizal.
Sebagai informasi, total tambahan kapasitas dari 100 gudang tersebut diperkirakan mencapai 900.000 ton. Pembangunan gudang akan tersebar di 26 kantor wilayah dan 92 kabupaten atau kota, dengan prioritas untuk daerah Tertinggal, Terdepan dan Terluar (3T), serta sentra produksi pangan. Dari segi pendanaan, Rizal memastikan bahwa Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa telah menyetujui anggaran Rp 5 triliun untuk membangun 100 gudang baru.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya