RM.id Rakyat Merdeka - DUTA Besar (Dubes) Australia untuk Indonesia Rod Brazier melakukan kunjungan ke Balikpapan, Kalimantan Timur, pada 23–25 April 2026. Kunjungan itu dalam rangka Hari Peringatan Nasional Australia dan Selandia Baru, ANZAC Day, sekaligus memperkuat ikatan diplomatik dan ekonomi antara kedua negara.
ANZAC adalah singkatan dari Australian and New Zealand Army Corps (Korps Tentara Australia dan Selandia Baru). Istilah ini merujuk pada pasukan gabungan Australia dan Selandia Baru yang bertempur bersama dalam Perang Dunia I, khususnya saat Pertempuran Gallipoli di Turki pada 1915.
Dari situ, muncul ANZAC Day, yang diperingati setiap 25 April sejak 1916 untuk mengenang para tentara Australia dan Selandia Baru yang gugur dan menghormati semua veteran perang dari kedua negara.
Dalam agenda di Balikpapan, Dubes Brazier didampingi Secretary of the Department of Veterans’ Affairs Australia Alison Frame.
Dalam kunjungannya, Dubes Brazier menghadiri Upacara Peringatan Fajar di Pasir Ridge untuk mengenang para prajurit Australia, Indonesia dan sekutu yang bertugas bersama selama Perang Dunia II, termasuk dalam Operasi Oboe Two.
Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Nikmati Lari Santai Di Area Car Free Day
Menurut Dubes Brazier, peringatan ANZAC Day di Balikpapan menjadi simbol kuat dari sejarah kebersamaan kedua bangsa dalam menghadapi masa-masa sulit.
“Ini pengingat yang menyentuh bahwa warga Australia dan Indonesia telah berdiri bersama dalam menghadapi kesulitan. Ikatan tersebut menjadi landasan hubungan yang erat dan saling menghormati yang kita jalin saat ini,” ungkapnya.
Dubes Brazier juga bertemu dengan Mayor Jenderal TNI Krido Pramono dan melakukan peletakan karangan bunga di Museum TNI Kodam VI/Mulawarman.
Untuk agenda kerja di bidang ekonomi, Dubes Brazier bertemu dengan pimpinan perusahaan Australia yang beroperasi di Kalimantan Timur, termasuk Thiess dan Orica.
Dalam keterangan Kedutaan Besar Australia, Senin (27/4/2026), Dubes Brazier menegaskan, kemitraan antara perusahaan Australia dan industri lokal telah memberikan kontribusi signifikan terhadap perkembangan sektor pertambangan di wilayah tersebut.
Baca juga : Venue Berganti, Persija Tetap Percaya Diri Hadapi PSIM
“Melalui kemitraan yang kuat dengan industri lokal, perusahaan-perusahaan Australia berkontribusi pada sektor pertambangan Kalimantan Timur yang dinamis. Hubungan ini memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pi¬hak,” ujarnya.
Tak hanya itu, Dubes yang pernah kuliah di Universitas Hasanuddin, Makassar ini juga menggelar resepsi bagi para alumni Australia di Balikpapan.
Dia juga mengunjungi bengkel kerajinan lokal yang didukung Pemerintah Daerah (Pemda) sebagai bagian dari upaya memperkuat kerja sama berbasis masyarakat.
Kunjungan tersebut ditutup dengan agenda di Sasana Inklusi dan¬ Gerakan Advokasi Difabel (SIGAB), yang menjadi mitra utama program pembangunan Ke-mitraan Australia-Indonesia Menuju Masyarakat Inklusif yang dikenal dengan INKLUSI.
INKLUSI merupakan program kemitraan Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Australia yang berlangsung selama 8 tahun (2021-2029) dengan anggaran hingga 120 juta dolar Australia.
Baca juga : Dubes Australia Rod Brazier Gali Potensi Kerja Sama Di Palembang
Program ini bermitra dengan 11 organisasi masyarakat sipil Indonesia, 8 lembaga penelitian dan jaringan mereka yang tersebar di 33 provinsi, lebih 120 kab-upaten/kota dan lebih dari 800 desa di Indonesia.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.