RM.id Rakyat Merdeka - Laporan Wartawan Rakyat Merdeka Muhammad Rusmadi Dari Makkah Dan Madinah
Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi mengingatkan, aspek kesehatan wajib menjadi perhatian serius bagi jemaah haji, terutama menghadapi suhu ekstrem saat puncak ibadah haji.
Kepala Seksi Kesehatan PPIH Daker Makkah, dr. Edi Supriyatna MKK mengungkapkan, otoritas Arab Saudi memberikan perluasan perlindungan asuransi bagi jemaah, khusus pada periode 8 hingga 13 Dzulhijjah.
Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Kebijakan Ini Jalan Pintas Yang Berisiko
Perlindungan ini mencakup risiko kram panas (heat cramps), kelelahan akibat panas (heat exhaustion), hingga serangan panas (heat stroke).
“Jika diagnosa tersebut terjadi pada masa puncak haji, maka dapat diklaim melalui asuransi. Di luar periode itu, biaya pengobatan ditanggung pribadi,” jelasnya.
Edi juga mengingatkan pentingnya kesiapan fisik dan adaptasi terhadap cuaca di Tanah Suci. Jemaah dianjurkan menjaga hidrasi dengan minum sekitar 200 mililiter per jam secara bertahap, serta membawa perlengkapan sederhana seperti kipas, semprotan air, atau kain basah untuk membantu menurunkan suhu tubuh.
Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Bukan Ditutup Massal, Tapi Perlu Revitalisasi
Dengan disiplin menjaga kesehatan dan mengikuti panduan transportasi, jemaah diharapkan dapat menjalankan ibadah haji dengan aman, nyaman, dan lancar.
Jemaah haji Indonesia untuk tidak membawa barang berlebihan, terlebih barang berharga, saat menggunakan bus shalawat menuju Masjidil Haram. Imbauan ini disampaikan menyusul masih seringnya jemaah yang lupa atau tertinggal barang di dalam bus maupun di area masjid.
Kepala Bidang Layanan Transportasi PPIH Arab Saudi, Syarif Rahman, menegaskan bahwa jemaah sebaiknya hanya membawa kebutuhan penting.
Baca juga : DPR Sarankan Pemerintah Percepat Pembangunan DDT
"Barang yang tidak diperlukan sebaiknya ditinggal di hotel. Yang justru wajib dibawa adalah kartu rute, karena itu menjadi panduan utama saat menggunakan bus shalawat,” ujarnya, di Kantor Daker Makkah.
Dengan sistem 21 rute tanpa nomor ganda, jemaah cukup mencocokkan kartu rute dengan nomor dan warna bus untuk menghindari kesalahan arah.
Bus shalawat sendiri beroperasi 24 jam melayani 10 sektor di lima wilayah utama Makkah, dan jemaah tidak perlu memberikan tip kepada sopir karena seluruh layanan telah dikontrak resmi oleh PPIH.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.