BREAKING NEWS
 

AS Siapkan Tiga Opsi Militer, Iran Siaga Satu

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : ADITYA NUGROHO
Sabtu, 2 Mei 2026 07:30 WIB
Presiden AS Donald Trump. (Foto: Instagram/whitehouse)

RM.id  Rakyat Merdeka - Perundingan damai antara Iran dan Amerika Serikat (AS) mengalami kebuntuan. 

Washington dikabarkan menyiapkan tiga opsi militer, sementara Iran menetapkan status siaga satu. 

Laporan media AS, Axios, menyebut Presiden AS Donald Trump telah menerima pengarahan dari Komando Pusat AS (CENTCOM) terkait opsi militer yang tengah dipertimbangkan pada Kamis (30/4/2026). Pengarahan disampaikan oleh Komandan CENTCOM Laksamana Brad Cooper

Trump disebut serius mempertimbangkan melanjutkan operasi militer skala besar terhadap Iran guna memecah kebuntuan diplomatik sekaligus memberikan tekanan terakhir sebelum mengakhiri konflik. 

Baca juga : Jemaah Diingatkan Potensi Panas Ekstrem, Asuransi & Bus Shalawat

Opsi pertama yang disiapkan adalah serangan singkat tapi intensif yang menargetkan infrastruktur strategis Iran. Dengan harapan mendorong Teheran kembali ke meja perundingan, khususnya terkait isu nuklir.

Opsi kedua mencakup rencana pengambilalihan sebagian Selat Hormuz guna membuka kembali jalur pelayaran komersial yang vital bagi perdagangan global. Sementara opsi ketiga melibatkan operasi darat oleh pasukan khusus untuk mengambil alih persediaan uranium yang telah diperkaya milik Iran, yang selama ini menjadi perhatian utama Washington. 

Di sisi lain, dinamika domestik AS turut memengaruhi keputusan militer tersebut. Berdasarkan War Powers Act, Pemerintah AS diwajibkan menghentikan operasi militer dalam 60 hari tanpa persetujuan Kongres. Tenggat waktu itu jatuh pada 30 April 2026, tapi Trump cs berargumen bahwa periode gencatan senjata menghentikan sementara perhitungan tersebut. 

Adsense

Pemerintah AS juga menegaskan hanya akan menyepakati perdamaian jika Iran menghentikan program nuklirnya. Pernyataan tersebut disampaikan juru bicara Gedung Putih Olivia Wales. 

Baca juga : Abdul Fikri Faqih: Kebijakan Ini Jalan Pintas Yang Berisiko

Menanggapi ancaman tersebut, Iran menegaskan, siap menghadapi kemungkinan serangan militer baru dari AS. Komandan Angkatan Udara Iran Majid Mousavi mengatakan, negaranya akan membalas setiap serangan AS. 

Pemimpin Tertinggi Iran Mojtaba Khamenei menegaskan, komitmen negaranya untuk mempertahankan kendali atas Selat Hormuz dan menolak kehadiran kekuatan asing di kawasan tersebut. 

"Orang asing yang datang dari ribuan kilometer jauhnya tidak memiliki tempat di sana kecuali di dasar perairannya," tegas Mojtaba. 

Dia juga mengatakan, Iran akan mengatur manajemen baru atas Selat Hormuz. “Manajemen baru selat Hormuz akan membawa ketenangan, kemajuan, dan manfaat ekonomi bagi seluruh negara Teluk," ujar Mojtaba. 

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Bukan Ditutup Massal, Tapi Perlu Revitalisasi

Sementara itu, Penasihat Senior Pemimpin Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan, militer Iran telah berada dalam status siaga satu. Ia memperingatkan, agresi baru akan berujung pada konsekuensi besar bagi AS, termasuk potensi serangan terhadap aset militer di Teluk Persia dan Laut Oman. 

Sebelumnya, Trump tak happy dengan proposal baru Iran karena tidak menyentuh isu utama program nuklir. Kata Trump, Iran kini terjepit dan dalam kondisi kolaps. "Mereka ingin kami membuka blokade Selat Hormuz. 

Mereka di sisi lain mencoba menyelesaikan situasi kepemimpinan mereka," klaim Trump. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense