Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
TNI Perkuat Barisan Ketahanan Pangan
Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak
Sabtu, 2 Mei 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah memperkuat langkah menjaga ketahanan pangan nasional di tengah dinamika global. Sektor pangan kini diposisikan sebagai isu strategis yang berkaitan langsung dengan stabilitas negara, sehingga perlu dukungan lintas sektor hingga ke tingkat desa.
Hal itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat Apel Komandan Satuan TNI Tahun 2026 di Sentul, Bogor, Jawa Barat, Rabu (29/4/2026). Kegiatan ini dihadiri sekitar 1.500 komandan satuan TNI dari berbagai wilayah.
Pejabat yang hadir, antara lain Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Djamari Chaniago, Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, serta Wakil Panglima TNI Jenderal Tandyo Budi Revita. Forum ini menjadi ruang konsolidasi untuk memperkuat sinergi lintas sektor.
Zulhas-sapaan Zulkifli Hasan mengatakan, tantangan global seperti perubahan iklim, dinamika geopolitik, dan gangguan rantai pasok perlu diantisipasi bersama. “Pangan saat ini menjadi isu strategis. Karena itu, perlu kerja bersama agar sistem yang kita bangun semakin kuat,” kata Zulhas.
Baca juga : Periksa 8 Pejabat Pemkab, KPK Dalami Pengumpulan Uang THR Bupati Cilacap
Mantan Ketua MPR ini mengatakan, Pemerintah melibatkan TNI untuk mendukung pelaksanaan program di lapangan guna mempercepat koordinasi hingga ke daerah.
Dalam strategi tersebut, Koperasi Desa Merah Putih disiapkan sebagai salah satu ujung tombak. Keberadaannya diharapkan mampu memperkuat distribusi, menjaga keterjangkauan harga, serta mendukung produksi pangan di tingkat lokal.
Menurutnya, Pemerintah tidak hanya menempatkan pangan sebagai isu produksi semata, tetapi juga bagian dari strategi pertahanan negara. Karena itu, penguatan ketahanan pangan membutuhkan konsolidasi lintas sektor dari hulu hingga hilir.
“Pemerintah ingin membangun sistem pangan nasional yang kuat secara produksi, adil bagi petani, terjangkau bagi masyarakat, serta berkelanjutan bagi desa,” ujarnya.
Baca juga : Jaminan Sosial Jadi Ikhtiar Negara, Tidak Bisa Ditawar
Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menegaskan, keberhasilan penguatan ketahanan pangan nasional tidak terlepas dari sinergi kuat dan kedisiplinan prajurit TNI dalam mengawal program pertanian hingga ke tingkat lapangan.
“Kami utang budi pada TNI. Suatu capaian tidak mungkin diraih tanpa dukungan luar biasa dari TNI, dari Babinsa sampai Panglima,” kata Amran.
Dia menekankan keterlibatan TNI bukan sekadar simbolik, melainkan menjadi motor penggerak yang memastikan program berjalan efektif hingga ke tingkat petani.
Amran juga memaparkan sejumlah capaian strategis sektor pertanian. Produksi pangan nasional saat ini mencapai sekitar 34,69 juta ton, menjadi salah satu yang tertinggi dalam sejarah Indonesia.
Baca juga : Hanura Latih Kader Sekaligus Dongkrak Ekonomi Daerah
Sementara, cadangan beras Pemerintah menembus 5,12 juta ton, tertinggi sejak Indonesia berdiri. Menurutnya, capaian tersebut diakui oleh berbagai lembaga internasional seperti Food and Agriculture Organization (FAO), United States Department of Agriculture (USDA), serta Badan Pusat Statistik (BPS), yang mencatat konsistensi produksi nasional di kisaran 34–35 juta ton.
Amran juga menyoroti perubahan signifikan sejak Indonesia menghentikan impor beras dalam jumlah besar. Saat ini harga pangan dunia lebih stabil karena Indonesia tidak lagi menjadi importir besar. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Sabtu, 2 Mei 2026 dengan judul "TNI Perkuat Barisan Ketahanan Pangan Koperasi Desa Merah Putih Jadi Ujung Tombak"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya