BREAKING NEWS
 

Israel Bangun 2 Pangkalan Rahasia Di Irak

Digertak Netanyahu & Trump, Iran Tak Ciut

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Selasa, 19 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi pangkalan militer Israel di Irak. (Foto: AI/Gemini)

RM.id  Rakyat Merdeka - Iran kembali menghadapi tekanan dari 2 musuh besarnya; Israel dan Amerika Serikat (AS). Presiden Israel Netanyahu bangun 2 pangkalan militer rahasia di Irak yang berdekatan dengan Iran. Sedangkan Presiden AS Donald Trump keluarkan ancaman untuk kembali serang Iran. Namun Iran tak ciut dan kembali bersiap menghadapi perang terbuka. 

Berdasarkan laporan New York Times yang mengutip pejabat Irak dan regional, lokasi pangkalan militer Israel yang baru terungkap ini merupakan satu dari dua fasilitas rahasia yang digunakan secara berkala selama lebih dari setahun.

Sumber laporan menyebutkan, lokasi tersebut dipakai untuk dukungan udara, pengisian bahan bakar hingga layanan medis. Pangkalan ini juga disebut memainkan peran penting selama perang 12 hari melawan Iran pada Juni 2025. 

Dikutip dari Anadolu Agency, salah satu lokasi pangkalan militer terungkap setelah seorang penggembala Irak Awad Al Shammari menemukan aktivitas militer di dekat Al-Nukhaib pada Maret lalu. Ia kemudian melapor setelah melihat helikopter, tenda, serta landasan pendaratan darurat. 

Baca juga : Jalur Jamarat Diatur Ketat Demi Keselamatan

Tak lama usai melapor, penggembala tersebut dilaporkan menghilang lalu ditemukan tewas. Dalam laporan yang sama, pasukan militer Irak yang dikirim menyelidiki daerah tersebut juga diserang. Satu tentara tewas dan dua lainnya terluka. 

The Wall Street Journal (WSJ) awal Mei juga melaporkan hal serupa. Israel disebut mendirikan pangkalan militer rahasia di gurun barat Irak guna mendukung operasi terhadap Iran. Namun hingga kini Israel belum memberikan tanggapan resmi atas laporan tersebut. 

Kepala penelitian perusahaan penasihat strategis Horizon Engage Michael Knights mengatakan, kawasan gurun barat Irak sangat luas dan minim penduduk sehingga ideal dijadikan pos militer sementara. 

Knights mencatat, pasukan khusus AS juga pernah menggunakan wilayah itu saat operasi melawan Saddam Hussein pada 1991 dan 2003. Penduduk sekitar gurun disebut telah lama menyaksikan berbagai aktivitas militer, mulai dari kelompok ISIS hingga operasi resmi militer. 

Baca juga : Pemprov Gorontalo Susun Kebijakan Berbasis Data

Pemerintah Irak membantah keberadaan pangkalan militer rahasia Israel di wilayahnya. Lewat video yang beredar, otoritas Irak mengajak sejumlah jurnalis meninjau Gurun Nukhaib untuk membuktikan tudingan itu tidak benar. 

Seorang jurnalis Associated Press ikut dalam rombongan tersebut. Dari pemantauan udara di kawasan tandus barat daya Karbala dan Najaf, pemerintah Irak menegaskan tak ada tanda kehadiran militer asing jangka panjang. 

Meski begitu, pejabat Irak mengakui sempat menemukan laporan pasukan asing tanpa izin pada awal Maret lalu dan menyerang patroli mereka sebelum mundur. Komandan pasukan khusus Irak Mayor Jenderal Ghalib Muhammad mengklaim area tersebut kini sudah steril dari jejak teroris maupun pihak asing. 

Sementara itu, PM Israel Benjamin Netanyahu menegaskan militernya siap menghadapi berbagai skenario. "Israel waspada penuh terhadap Iran," kata Netanyahu saat sidang kabinet khusus di Museum Knesset atau Beit Froumine. 

Baca juga : Gerindra: Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Optimis

Netanyahu juga dilaporkan melakukan panggilan telepon dengan Trump pada Minggu (17/5/2026). Keduanya membahas kelanjutan perang melawan Iran. Informasi tersebut dikonfirmasi kantor PM Israel kepada Times of Israel

Menurut laporan media itu, Netanyahu dan Trump menyinggung kemungkinan dimulainya kembali serangan ke Iran. Setelah percakapan tersebut, Netanyahu dijadwalkan menggelar diskusi keamanan dengan para menteri dan pejabat senior Israel di Yerusalem. 

Adsense

Sementara itu, Trump kembali mengeluarkan ancaman kepada Iran. Ia mengingatkan tak akan ada yang tersisa jika Teheran tak segera menyetujui kesepakatan damai dengan AS. 
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense