BREAKING NEWS
 

Israel Bangun 2 Pangkalan Rahasia Di Irak

Digertak Netanyahu & Trump, Iran Tak Ciut

Reporter : FAQIH MUBAROK
Editor : SISWANTO
Selasa, 19 Mei 2026 07:30 WIB
Ilustrasi pangkalan militer Israel di Irak. (Foto: AI/Gemini)

 Sebelumnya 
"Bagi Iran, waktu terus berjalan dan mereka sebaiknya segera bergerak cepat atau tak akan ada yang tersisa dari mereka. Waktu sangat penting!" tulis Trump di platform Truth Social, Senin (18/5/2026). 

Menurut laporan Axios yang mengutip dua pejabat AS, Trump dijadwalkan menggelar pertemuan di Ruang Situasi Gedung Putih bersama tim keamanan nasional utama pada Selasa (19/5/2026). Pertemuan tersebut untuk membahas opsi militer terhadap Iran. 

Pusat Komando Amerika Serikat (CENTCOM) mengklaim sebagian besar kemampuan militer Iran telah dihancurkan. Juru bicara CENTCOM Kapten Tim Hawkins mengatakan operasi militer AS sangat efektif dan telah mencapai tujuan awal konfrontasi. 

"Washington telah mencapai tujuan militer yang ditetapkan sejak awal konfrontasi," ujar Hawkins kepada Al Arabiya

Baca juga : Jalur Jamarat Diatur Ketat Demi Keselamatan

Ia mengeklaim kemampuan Iran dalam memproduksi persenjataan, meluncurkan rudal, dan drone telah menurun drastis. Pernyataan ini tentu berbeda dengan laporan yang dibuat CIA bahwa stok rudal Iran masih cukup besar. 

Apa tanggapan Iran? Digertak AS-Israel, Teheran justru balik mengancam akan mengubah Teluk Oman menjadi kuburan kapal-kapal AS jika tekanan militer terus berlanjut. "Saran saya kepada AS secara militer adalah mundur sebelum Teluk Oman berubah menjadi kuburan bagi kapal-kapal Anda," kata penasihat militer utama pemimpin tertinggi Iran, Mayor Jenderal Mohsen Rezaei. 

Rezaei menegaskan sikap menahan diri Iran selama ini bukan berarti takut terhadap tekanan maupun ancaman. "Jika kami telah bersabar sampai sekarang, itu tidak berarti kami menerimanya," ujarnya. 

Ia juga memastikan Selat Hormuz akan tetap terbuka untuk perdagangan internasional, namun tidak untuk operasi militer asing. 

Baca juga : Pemprov Gorontalo Susun Kebijakan Berbasis Data

"Hormuz akan ditutup untuk pengerahan kekuatan militer dan upaya apa pun yang menggoyahkan keamanan," tegasnya. 

Juru bicara Kementerian Pertahanan Iran Reza Talaei-Nik menambahkan, angkatan bersenjata Iran berada dalam kondisi siap penuh menghadapi segala kemungkinan serangan baru dari AS dan Israel. 

"Militer Iran telah menyiapkan berbagai langkah untuk menghadapi eskalasi konflik yang diperkirakan kembali meluas," katanya. 

Presiden Iran Masoud Pezeshkian juga menyerukan negara-negara Islam agar bersatu menghadapi tekanan eksternal. Menurutnya, persatuan akan membuat Israel dan AS berpikir ulang untuk menyerang. 

Baca juga : Gerindra: Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Optimis

"Jika ada persatuan dan konvergensi Islam, rezim Israel tak akan pernah berani menyerang dan menginvasi negara-negara Islam," kata Pezeshkian saat menerima Menteri Dalam Negeri Pakistan Mohsin Naqvi, Minggu (17/5/2026). 

Pezeshkian menilai upaya AS dan Israel melemahkan Iran melalui perang sebelumnya gagal total. "Mereka tidak pernah membayangkan rakyat Iran akan berdiri bersama negaranya dengan persatuan dan loyalitas sebesar ini," tegasnya. [FAQ]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense