Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Luncurkan Aplikasi ‘Pentagon’
Pemprov Gorontalo Susun Kebijakan Berbasis Data
Selasa, 19 Mei 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo resmi meluncurkan aplikasi Open Data Gorontalo atau “Pentagon” di Ruang Dulohupa Kantor Gubernuran, Kota Gorontalo, Senin (18/5/2026). Program itu merupakan langkah strategis untuk memastikan setiap kebijakan Pemprov disusun berdasarkan basis data yang akurat, terintegrasi, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Peluncuran aplikasi tersebut dilakukan langsung Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Turut hadir Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Wakil Duta Besar Australia untuk Indonesia Gita Kamath, serta jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkungan Pemprov.
Dalam sambutannya, Gusnar menegaskan, kehadiran Pentagon bukan sekadar inovasi digital. Menurutnya, program tersebut merupakan fondasi penting dalam membangun tata kelola pemerintahan yang kredibel dan dipercaya masyarakat.
"Membangun data berarti membangun kepercayaan publik. Kalau Pemerintah berbicara ke hadapan masyarakat dengan kebijakan yang disusun berdasarkan data yang tidak tepat, di tengah jalan pasti akan mendapat perlawanan dan hasilnya tidak akan baik bagi masyarakat," jelasnya.
Baca juga : Gerindra: Prabowo Ajak Masyarakat Tetap Optimis
Ke depan, lanjut dia, seluruh organisasi perangkat daerah harus menjadikan Pentagon sebagai satu-satunya rujukan dalam menyusun perencanaan, evaluasi program, hingga penyusunan narasi kebijakan Pemerintah.
"Selain kita berbicara secara seragam, semua data keluar bisa kita pertanggungjawabkan. Kita akan semakin nyaman untuk bicara dan dialog di depan publik, ketika data-data yang berbicara," ucapnya.
Gusnar menjelaskan, aplikasi Pentagon merupakan hasil kolaborasi antara Pemprov Gorontalo dengan program Sinergi dan Kolaborasi untuk Akselerasi Layanan Dasar (SKALA), sebuah kemitraan Australia-Indonesia yang mendukung penguatan layanan dasar untuk mengurangi kemiskinan dan ketimpangan.
Dia menyampaikan apresiasi kepada Kedutaan Besar Australia di Indonesia dan Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) atas dukungan yang diberikan dalam mewujudkan integrasi data di Gorontalo.
Baca juga : 2 Bos Kebun Sawit Didakwa Rugikan Negara 992 Miliar
"Saya mengucapkan terima kasih atas kerja sama ini dalam rangka mewujudkan Satu Data Indonesia, termasuk satu data di Gorontalo. Dukungan Kedutaan Besar Australia dan Kementerian PPN/Bappenas sangat kami apresiasi," ucapnya.
Meski optimistis dengan transformasi digital, Gusnar mengingatkan, digitalisasi ibarat pisau bermata dua. Menurut dia, secanggih apapun sistem yang digunakan, tak akan menghasilkan kebijakan yang tepat jika data yang diinput tidak valid.
"Kita mendata dan mengelola data dengan sistem digital, itu sangat baik. Tapi, kalau input yang masuk tidak baik, keluarannya juga tidak baik," pesan
Kepala Dinas Komunikasi, Informatika dan Statistik Pemprov Gorontalo, Mohammad Trizal Entengo menambahkan, Pentagon merupakan implementasi konkret program Satu Data Indonesia di tingkat daerah. Saat ini, ungkap dia, portal tersebut telah mengelola 506 data sektoral dari berbagai OPD dan akan terus diperbarui secara dinamis.
Baca juga : Tata Kelola Fiskal Sehat, Akuntabel Dan Terbuka
"Angka 506 data yang ada di dalam portal Pentagon, akan terus disempurnakan. Semua data dari OPD akan terus diperbarui, agar semakin akurat dan komprehensif," jelasnya.
Menurut Trizal, Pentagon juga telah terintegrasi dengan berbagai portal nasional, di antaranya Satu Data Indonesia, Satu Data Pemerintahan Dalam Negeri, Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional, SEPAKAT, Badan Informasi Geospasial, hingga data BPS.
"Kehadiran Pentagon menegaskan komitmen Pemprov Gorontalo dalam memastikan setiap kebijakan yang diambil. Kebijakan Pemprov bukan lagi berdasarkan asumsi, tapi bertumpu pada data yang terukur untuk menghasilkan program pembangunan yang tepat sasaran bagi masyarakat," tuturnya. [KAL]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya