RM.id Rakyat Merdeka - Kediaman Duta Besar (Dubes) Jepang di Jakarta menjadi ruang berkumpul para atlet bela diri, Senin (18/5/2026).
Para tokoh penting olahraga bela diri bersulang pada momen bersejarah pembentukan Guardian Girls Indonesia.
Organisasi itu di bawah naungan Guardian Girls International (GGI), yang memiliki misi kesetaraan gender.
Organisasi ini didirikan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan melalui olahraga, pendidikan, dan keterlibatan masyarakat.
Baca juga : BSI Libatkan Puluhan UMKM Binaan Produksi Perlengkapan Jemaah Haji Indonesia
Acara ini dihadiri perwakilan Pemerintah Indonesia, Kedutaan Jepang, United Nation Population Fund (UNFPA) Indonesia, sampai komunitas olahraga dan bela diri nasional. Termasuk para atlet dan pengurus pencak silat perempuan dan judo perempuan Indonesia.
“Guardian Girls Indonesia diharapkan bisa memberikan perempuan kemampuan melindungi diri, serta kekuatan, rasa percaya diri, dan ketangguhan menghadapi tantangan,” kata Kuasa Ad Interim Kedubes Jepang Myochin Mitsuru dalam sambutannya.
Penasihat Senior Diplomasi Ekonomi Kementerian Luar Negeri (Kemlu) Zelda Wulan Kartika mengatakan, Pemerintah Indonesia menilai kolaborasi ini relevan dengan kondisi sosial saat ini. Apalagi data Komnas Perempuan menyebutkan, kasus kekerasan berbasis gender di Indonesia mencapai 376.259 kasus pada 2025. Ini meningkat 14,07 persen dibanding tahun sebelumnya.
“Persoalan kekerasan terhadap perempuan tidak bisa diselesaikan oleh Pemerintah saja. Dibutuhkan keterlibatan komunitas, organisasi masyarakat, hingga dunia olahraga,” katanya.
Baca juga : Lindungi PMI, Pemerintah Luncurkan Gerakan Nasional Migran Aman
“Pencak silat bukan sekadar seni bela diri, tetapi juga refleksi warisan budaya Indonesia. Melalui kolaborasi ini, perempuan tidak hanya belajar melindungi diri, tetapi juga membangun rasa percaya diri dan ketangguhan,” imbuhnya.
Pendiri sekaligus Chairman Guardian Girls International Shin Koyamada mengatakan, Indonesia memiliki posisi penting dalam pengembangan jaringan Guardian Girls secara global, terutama melalui pencak silat.
Menurutnya, GGI telah berjalan di lebih dari 20 negara. Termasuk Jepang, Australia, dan Vietnam. Di Indonesia, program ini akan menggandeng berbagai organisasi bela diri seperti aikido, karate, judo, jujitsu, hingga pencak silat.
“Ketika perempuan merasa aman, percaya diri, dan berdaya, maka komunitas juga akan berkembang,” ujarnya.
Baca juga : Pantang Menyerah di Parepare, Mental Juara Persib Menggema
Acara ini ditutup dengan pertunjukan apik dua atlet pencak silat Indonesia. Keduanya menampilkan pertarungan dengan golok dan kipas. Penampilan ini mendapatkan sambutan meriah dari para tamu undangan yang hadir di Kediaman Dubes Jepang.
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 20 Mei 2026 dengan judul "Pemerintah Jepang Fasilitasi Pembentukan Guardian Girls Indonesia"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.