BREAKING NEWS
 

Kampung Indonesia dan Mahalla Uzbekistan: Beda Nama, Berbagi Semangat yang Sama

Writer : Bharata
Editor : UJANG SUNDA
Minggu, 24 Mei 2026 16:38 WIB
Suasana Seminar Bilateral Indonesia – Uzbekistan, 20 Mei 2026 (Foto: KBRI Tashkent)

Pada 20 Mei 2026, KBRI Tashkent menggandeng International Islamic Academy of Uzbekistan (IIAU), Board of Association of Mahalla of Uzbekistan, PP Muhammadiyah, dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta, untuk menggelar seminar bilateral Indonesia – Uzbekistan bertema Penguatan Harmoni Sosial dan Ketahanan Kampung Indonesia dan Mahalla Uzbekistan. Seminar ini difokuskan pada pertukaran pengalaman kehidupan dalam masyarakat Muslim, yang menjadi kelompok mayoritas di kedua negara. Hasil pertukaran pengalaman dalam seminar tersebut akan dituangkan dalam karya ilmiah kolaborasi IIAU, UIN Yogyakarta, Indonesia Consortium for Religious and Leimena Insititute.

Dubes RI untuk Uzbekistan, Siti Ruhaini Dzuhayatin, dalam sambutannya menyampaikan, “Kita berupaya agar Mahalla Uzbekistan dan Kampung Indonesia akan menjadi model kehidupan masyarakat yang harmonis, damai dan kuat menghadapi polarisasi, konflik dan ekstrimisme”.

Dubes Ruhaini, yang mulai bertugas pada akhir Juni 2025 ini, juga menegaskan bahwa upaya tersebut merupakan bagian penting diplomasi kultural yang mempererat hubungan antar warga kedua negara dan dapat memupuk rekognisi maupun menguatkan kepercayaan. “Diplomasi kultural ini akan menjadi fondasi bagi diplomasi di bidang politik dan ekonomi yang akan menguntungkan kedua negara,” tandas wanita kelahiran Blora ini.

Dubes Ruhaini menyampaikan sambutan pembukaan

Baca juga : Bank Indonesia Naikkan BI Rate 50 Bps Jadi 5,25 Persen

Rektor IIAU, Prof. Kamilov Muzaffar, mengungkapkan, Mahalla sejak dahulu menjadi penopang sosial masyarakat, sekolah moral dan pusat kebersamaan di Uzbekistan. Kondisi tersebut sama persis dengan keberadaan Kampung di Indonesia, saat kehidupan sosial di kampung menjunjung tinggi nilai bertetangga, saling menghormati dan tanggung jawab bersama. Prof. Muzaffar juga menyinggung kesamaan antara tradisi gotong royong di Indonesia dengan tradisi Hashar di Uzbekistan, yang keduanya merupakan tradisi saling membantu dan bekerja sama sebagai wujud nyata kepedulian, persaudaraan dan persatuan dalam masyarakat.

Saat ini terdapat 8.992 mahalla di seluruh wilayah Uzbekistan. Ketua Asosiasi Mahalla Uzbekistan, Prof Qahramon Quronboyev, mengungkapkan bahwa institusi Mahalla memiliki sejarah panjang, lebih dari 3.000 tahun, dan selama berabad-abad telah menjadi dasar spiritual kehidupan masyarakat Uzbekistan. Prof Quronboyev menyatakan, berkat inisiatif Presiden Uzbekistan Shavkat Mirziyoyev, sistem Mahalla menjadi elemen kunci reformasi Uzbekistan Baru dan tahun 2026 ditetapkan sebagai tahun pengembangan Mahalla dan peningkatan masyarakat. Prof. Quronboyev juga menyoroti peran aktif Mahalla dalam upaya Uzbekistan untuk mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan PBB hingga tahun 2030, khususnya terkait isu pengentasan kemiskinan, peningkatan lapangan kerja, peningkatan kesejahteraan sosial dan pencegahan kejahatan.

Pencak Silat Pukau Para Peserta Seminar

Adsense

Sementara Rektor UIN Sunan Kalijaga, Prof. Noorhaidi Hasan, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan negara yang sangat besar, jaraknya membentang dari London sampai Moskow. Terdapat 17.000 pulau yang dihuni oleh 280 juta warga dengan suku dan etnis yang berbeda, beragam bahasa lokal, budaya dan juga banyak agama.

Baca juga : Menkomdigi Kecam Penahanan Jurnalis Indonesia Dalam Misi Kemanusiaan Gaza

Prof. Noorhaidi menyampaikan bahwa keberagaman tersebut berpotensi memicu konflik jika tidak dilandaskan pada literasi yang kuat sehingga dapat memandang perbedaan dengan saling menghormati dan menghargai. "Oleh sebab itu, diperlukan peran seluruh komponen bangsa, tak hanya pemerintah, melainkan juga akademisi dan universitas serta organisasi masyarakat, utamanya universitas Islam dan organisasi seperti Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah, dalam menguatkan suatu kehidupan masyarakat yang harmonis, toleran dan saling menghormati,” tegas pria yang menjabat sebagai Rektor UIN Sunan Kalijaga sejak Agustus 2024.

Goyangan Tarian Nusantara Pihat Hati Akademisi dan Mahasiswa IIAU

Tukar menukar pengalaman sebagai bentuk upaya penguatan harmoni sosial dan ketahanan kampung – mahalla ini, mewadahi diskusi intensif para peserta seminar. Satu hal yang cukup mencuat ialah peran penting kampung dan mahalla dalam pendidikan generasi muda.  Baik mahalla maupun kampung bukan hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga sebagai wadah pembentukan akhlak anak, khususnya dalam membentuk rasa hormat kepada orang tua, kasih sayang, dan sikap terhadap masyarakat.

Antusiasme Peserta Seminar untuk turut memainkan angklung bersama-sama

Baca juga : Pengamat Ekonomi: Pelemahan Mata Uang Terjadi Hampir Di Semua Negara

Para peserta seminar menyepakati bahwa di era globalisasi saat ini, melindungi generasi muda dari ancaman moral serta mendidik mereka menjadi pribadi yang berilmu, cinta tanah air, dan toleran, menjadi tanggung jawab bersama. Tak dinyana pembahasan terkait pentingnya peran kampung-mahalla dalam pendidikan generasi muda tersebut sejalan dengan tema Hari kebangkitan Nasional ke-118 tahun 2026 yang jatuh tepat di hari yang sama dengan hari pelaksanaan seminar; yakni “Jaga Tunas Bangsa Demi Kedaulatan Bangsa”. 

Peserta Seminar serbu hidangan jajanan pasar Indonesia dan kopi instan Good Day dari Kapal Api

Kegiatan seminar juga diisi dengan pertunjukan budaya Indonesia dan Uzbekistan, termasuk penampilan tarian nusantara, pencak silat dan musik angklung. Pada sesi coffee break dan makan siang peserta seminar juga mendapatkan sajian makanan dari kedua negara, utamanya kopi instan Good Day Capuccino, jajanan pasar Indonesia dan sajian kuliner Indonesia. Seminar sehari yang diikuti 200 orang peserta ini dilanjutkan dengan kunjungan ke Pusat Peradaban Islam di Tashkent, Mahalla Xastimom Tashkent, Samarkand dan Bukhara.

Powered by Froala Editor

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense