BREAKING NEWS
 

Bawa Pesan Perdamaian Ke Pyongyang

Xi Jinping Dijemput Jong-un Di Bandara

Reporter : MELLANI EKA MAHAYANA
Editor : WAHYU SURYANI
Selasa, 9 Juni 2026 04:30 WIB

RM.id  Rakyat Merdeka - Presiden China Xi Jinping disambut meriah saat tiba di Pyongyang, Korea Utara (Korut), Senin (8/6/2026). Kedatangan Xi disambut langsung Pemimpin Korut Kim Jong-un dan ribuan warga. Termasuk anak-anak yang membawa balon berwarna-warni. Xi datang membawa pesan persahabatan dan komitmen mempererat kerja sama dua negara yang telah menjalin hubungan erat selama puluhan tahun.

Kim Jong-un bersama istrinya, Ri Sol Ju, menyambut Xi dan Ibu Negara China Peng Liyuan setibanya di Bandara Internasional Pyongyang. Menurut Kantor Berita Xinhua, kedua pemimpin berjabat tangan dan berbincang hangat.

Dari bandara, Xi menuju Kim Il Sung Square. Di alun-alun itu, pasukan kehormatan militer dan ribuan warga menggelar upacara penyambutan. Anak-anak tampak membawa balon warna-warni. Sementara gedung-gedung di sekitar lapangan dihiasi bendera China dan Korea Utara, potret raksasa Xi dan Jong-un, serta berbagai spanduk bertema persahabatan kedua negara.

Kunjungan selama dua hari ini menjadi lawatan pertama Xi ke Korut dalam tujuh tahun terakhir.

Xi menegaskan hubungan Beijing dan Pyongyang kini memasuki “titik awal sejarah yang baru”. Pernyataan itu, dia sampaikan dalam artikel yang diterbitkan Rodong Sinmun, surat kabar resmi Korea Utara.

Menurut Xi, China dan Korut menghadapi peluang kerja sama yang lebih besar di tengah perubahan situasi global. Karena itu, hubungan kedua negara perlu terus dipelihara dan dikembangkan demi memberikan manfaat bagi rakyat masing-masing.

Baca juga : Mitrasraya Resmikan Premier Court, Lapangan Tenis Premium Di Cilandak

Xi menegaskan, menjaga dan memperkuat hubungan dengan Korut merupakan kebijakan yang konsisten bagi Pemerintah China. Dia mengajak kedua negara mempertahankan tradisi hubungan erat yang telah terjalin selama puluhan tahun melalui komunikasi intensif antarpemimpin, partai, pemerintahan dan militer.

Xi juga menyoroti peringatan 65 tahun Perjanjian Persahabatan, Kerja Sama dan Bantuan Timbal Balik China-Korut. Momentum tersebut menjadi kesempatan untuk memperdalam hubungan bilateral dan membuka peluang kerja sama baru.

Di bidang ekonomi, Xi mendorong kedua negara memperkuat sinergi pembangunan, memperluas kerja sama di berbagai sektor, serta berbagi manfaat pertumbuhan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Selain itu, Xi menyerukan koordinasi yang lebih erat dalam berbagai isu internasional. Dia menekankan pentingnya menjaga stabilitas kawasan dan memperkuat kerja sama yang saling menguntungkan.

Xi juga mengajak kedua negara mendorong terbentuknya tatanan dunia multipolar yang lebih seimbang serta globalisasi ekonomi yang inklusif dan saling menguntungkan.

Adsense

Sejumlah pengamat menilai, kunjungan Xi memiliki arti penting bagi hubungan kedua negara. Selain menjadi simbol eratnya hubungan Beijing dan Pyongyang, lawatan tersebut juga menunjukkan keinginan kedua pihak untuk memperkuat kerja sama di tengah dinamika geopolitik yang terus berkembang.

Baca juga : Midea Resmikan Kitchen Pro Shop di Gading Serpong Tangerang

“Pemimpin China tidak datang ke Korut hanya karena jadwal kunjungan. Lawatan Xi akan membawa implikasi nyata bagi hubungan China dan Korea Utara,” kata Profesor Leif-Eric Easley dari Ewha Womans University di Seoul, dilansir Assoacited Press (AP).

Kunjungan Xi berlangsung setelah dia menggelar pertemuan beruntun dengan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Presiden Rusia Vladimir Putin di Beijing bulan lalu. Xi juga dijadwalkan kembali bertemu Trump dalam kunjungan ke AS pada September mendatang.

Pengamat urusan Korut Kwak Gil Sup menilai, Xi ingin menunjukkan bahwa China masih memiliki pengaruh kuat di Semenanjung Korea. Di saat yang sama, Beijing juga berupaya menegaskan perannya sebagai kekuatan utama di Asia Timur Laut di tengah persaingan strategis yang semakin ketat dengan Washington.

Selama bertahun-tahun, China menjadi penopang utama perekonomian Korea Utara, sekaligus pendukung diplomatik terbesarnya.

Sejumlah ahli menyebut, Beijing tidak sepenuhnya menerapkan sanksi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) terhadap Pyongyang dan tetap memberikan berbagai bentuk bantuan untuk membantu negara tetangganya itu bertahan dari tekanan ekonomi. 

 

Baca juga : Laga Persib Vs Persib Dipindah Ke Segiri, Panpel: Kami Dirugikan

 

 

 

 

 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense