BREAKING NEWS
 

Siprus Jadi Gerbang Kolaborasi Inovasi Eropa dan Asia Tenggara

Reporter : HENDRAWAN KOSIM WIJAYA
Editor : OKTAVIAN SURYA DEWANGGA
Selasa, 30 Juni 2026 17:05 WIB
Foto: Kedutaan Besar Republik Siprus.

RM.id  Rakyat Merdeka - Republik Siprus memperkuat posisinya sebagai penghubung antara ekosistem teknologi Eropa dan Asia Tenggara melalui penyelenggaraan forum bertajuk “Cyprus as a Gateway: Linking the European & Southeast Asian Tech & Innovation Ecosystems” di Jakarta.

Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Presidensi Siprus di Dewan Uni Eropa yang tengah berlangsung.

Acara tersebut diselenggarakan oleh Kedutaan Besar Republik Siprus di Jakarta bekerja sama dengan Research and Innovation Foundation serta Chief Scientist of the Republic of Cyprus.

Melalui forum ini, Siprus memperkenalkan perkembangan ekosistem riset dan inovasi yang dimilikinya sekaligus menawarkan peluang kolaborasi bagi pelaku teknologi, investor, akademisi, dan dunia usaha di Asia Tenggara.

Forum tersebut dihadiri sejumlah pejabat tinggi dari Indonesia maupun Eropa, antara lain Duta Besar Siprus untuk Indonesia Nikos Panayiotou, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Prof. Stella Christie, Duta Besar Uni Eropa Denis Chaibi, serta Wakil Ketua Bidang Hubungan Luar Negeri KADIN Indonesia Bernardino M. Vega.

Kehadiran para pemangku kepentingan tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap penguatan kerja sama inovasi lintas kawasan.

Di tengah pesatnya perkembangan teknologi global, kolaborasi internasional dinilai menjadi faktor penting untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi berbasis inovasi.

Salah satu agenda utama forum adalah paparan Chief Scientist of the Republic of Cyprus, Demetris Skourides.

Baca juga : HUT Ke-19 PHE: Perkuat Kolaborasi dan Jaga Kinerja Migas

Ia menjelaskan berbagai faktor yang menjadikan Siprus sebagai pintu masuk strategis menuju pasar Eropa bagi perusahaan dan investor dari Asia Tenggara.

Menurut Skourides, Siprus memiliki ekosistem penelitian dan inovasi yang berkembang pesat, didukung lingkungan bisnis yang kompetitif, regulasi yang ramah investasi, kualitas hidup yang tinggi, serta berbagai peluang bagi perusahaan yang ingin memperluas bisnis ke kawasan Eropa.

Negara kepulauan yang berada di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika tersebut juga terus meningkatkan investasi di bidang teknologi dan inovasi sebagai bagian dari strategi memperkuat daya saing ekonomi nasional.

Duta Besar Siprus untuk Indonesia, Nikos Panayiotou mengatakan, perkembangan inovasi negaranya telah memperoleh pengakuan internasional.

"Saat ini Cyprus menempati peringkat ke-25 dalam World Innovation Index dan dikategorikan sebagai strong innovator di antara negara-negara anggota Uni Eropa. Dengan ekosistem inovasi yang dinamis serta lokasi strategis di persimpangan Eropa, Timur Tengah, dan Afrika, Siprus terus berkembang menjadi pusat inovasi regional yang dapat menjadi pintu gerbang bagi Indonesia dan Asia Tenggara untuk memasuki ekosistem yang lebih luas di Eropa," ujar Nikos.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa Siprus tidak hanya ingin menjadi pusat inovasi regional, tetapi juga berperan sebagai penghubung yang memudahkan perusahaan Asia Tenggara memasuki pasar Uni Eropa.

Adsense

Selain memaparkan strategi nasional di bidang inovasi, forum tersebut juga menjadi ajang bagi sejumlah perusahaan rintisan dan pusat riset asal Siprus untuk memperkenalkan teknologi yang telah mereka kembangkan.

Berbagai solusi inovatif dipresentasikan dalam acara tersebut, mencakup sektor keuangan, keamanan siber, kecerdasan buatan (AI), teknologi maritim, hingga komunikasi berbasis satelit.

Baca juga : Indonesia-Swiss Perkuat Kolaborasi Digital, Bidik Investasi AI & Fintech

Langkah ini dilakukan untuk membuka peluang kemitraan dengan perusahaan maupun institusi di Indonesia dan kawasan Asia Tenggara.

Dynamic Works memperkenalkan sistem customer relationship management (CRM) serta solusi digital bagi industri jasa keuangan guna meningkatkan efisiensi pelayanan dan mendukung transformasi digital perusahaan.

Sementara itu, QSecure menawarkan layanan offensive cybersecurity dan kepatuhan terhadap standar keamanan Uni Eropa bagi infrastruktur kritis, yang semakin relevan di tengah meningkatnya ancaman serangan siber.

Cyprus Marine & Maritime Institute (CMMI) turut menampilkan berbagai hasil penelitian dan inovasi di bidang kelautan serta maritim untuk mendukung ekonomi biru dan keberlanjutan.

Di bidang kecerdasan buatan, Powersoft memperkenalkan solusi AI untuk sektor ritel dan akuntansi yang dirancang guna meningkatkan efisiensi operasional dan mempercepat pengambilan keputusan berbasis data.

Perusahaan Tototheo Global menampilkan teknologi konektivitas digital berbasis satelit yang mendukung operasional berbagai sektor industri, termasuk di wilayah dengan keterbatasan jaringan konvensional.

Sementara itu, Orom AI memperkenalkan teknologi pemetaan dan lokalisasi berbasis AI secara real time yang berpotensi diterapkan di berbagai sektor, mulai dari industri, transportasi, hingga pengembangan kota pintar.

Forum ini juga mendapat dukungan dari Delegasi Uni Eropa untuk Indonesia dan Brunei Darussalam, Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN), HI Incubator, Plug and Play, serta GATES.

Baca juga : Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global

Keterlibatan berbagai organisasi tersebut menunjukkan semakin kuatnya minat untuk membangun kolaborasi inovasi antara Eropa dan Asia Tenggara.

Bagi Indonesia, kerja sama seperti ini membuka peluang untuk memperluas akses terhadap teknologi mutakhir, memperkuat kapasitas penelitian, serta meningkatkan kolaborasi antara perusahaan rintisan, akademisi, investor, dan pemerintah.

Di sisi lain, Siprus juga memperoleh manfaat melalui terbukanya akses menuju salah satu kawasan dengan pertumbuhan ekonomi digital tercepat di dunia.

Asia Tenggara dinilai memiliki pasar yang besar, populasi muda yang produktif, serta ekosistem startup yang berkembang pesat.

Melalui forum tersebut, Siprus menegaskan ambisinya menjadi jembatan antara dua kawasan yang sama-sama memiliki potensi besar dalam pengembangan teknologi.

Dengan menggabungkan keunggulan riset dan inovasi Eropa serta dinamika ekonomi digital Asia Tenggara, kolaborasi lintas kawasan diharapkan mampu melahirkan lebih banyak investasi, inovasi, dan peluang bisnis baru di masa depan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense