Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Indonesia-Swiss Perkuat Kolaborasi Digital, Bidik Investasi AI & Fintech
Selasa, 30 Juni 2026 07:42 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Swiss memperkuat kerja sama di sektor ekonomi digital dengan membidik investasi pada bidang kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/ AI), fintech, blockchain, hingga infrastruktur digital. Kolaborasi itu diyakini mampu mempercepat pertumbuhan ekonomi digital, sekaligus memperkuat daya saing kedua negara.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Indonesia–Swiss Business Forum Series 2026 on Digital Economy: Enhancing Collaboration in the Fastest Emer ging Market yang digelar Ke dutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Bern di Zug, Swiss, Kamis (25/ 6/2026).
Forum yang dihadiri puluhan Chief Executive Officer (CEO) perusahaan digital, praktisi, akademisi dan pembuat kebijakan dari Indonesia maupun Swiss itu, menjadi ajang mempertemukan pelaku industri untuk membuka peluang investasi dan kemitraan baru.
Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Swiss dan Liechtenstein Ngurah Swajaya mengatakan, Indonesia dan Swiss memiliki keunggulan yang saling melengkapi. Indonesia menawarkan pasar digital yang sangat besar, sementara Swiss unggul dalam inovasi teknologi.
Baca juga : PLN Indonesia Power Perkuat Ekonomi Sirkular di Pesisir Banten
“Potensi pasar digital Indonesia dapat dipadukan dengan kekuatan inovasi teknologi Swiss. Terutama pada sektor infrastruktur digital, keuangan digital dan kecerdasan buatan,” ujar Dubes Ngurah dalam keterangan tertulis KBRI Bern, Sabtu (28/6/2026).
Menurutnya, forum yang digelar di Kanton Zug—pusat industri kripto dan blockchain terbesar di Eropa—diharapkan mampu memperluas interaksi bisnis yang selama ini masih terbatas.
“Kegiatan ini mempertemukan potensi digital kedua negara yang saling melengkapi dan dilak sanakan di pusat kripto dan block chain terbesar di Eropa, yaitu Kanton Zug,” katanya.
Forum tersebut bagian dari peringatan 75 tahun hubungan bilateral Indonesia-Swiss. Salah satu peluang kerja sama yang mengemuka adalah pengem bangan pelatihan tenaga kerja digital melalui Nongsa Digital Park di Batam.
Baca juga : JKF Fun Padel Competition Perkuat Kolaborasi Lintas Sektor Instansi di Jakarta
Chief Business Officer Nongsa Digital Park Marco Bardelli mengatakan, tenaga kerja yang dibekali standar kompetensi Swiss akan mempermudah perusahaanperusahaan asal Swiss memperluas bisnisnya di Indonesia.
“Penerapannya bisa mencakup bidang produksi fisik maupun segala hal yang berkaitan dengan fintech,” ujar Bardelli.
Selain membahas pusat data dan infrastruktur digital, forum juga mengangkat tema Fintech, Blockchain, and the Future of Finance serta AI and Digital Innovation.
Direktur Kerja Sama Ekonomi Kanton Zug Silvia Thalmann-Gut menegaskan, kolaborasi Pemerintah, dunia usaha, dan lembaga riset merupakan kunci menciptakan kebijakan yang ramah investasi. Menurutnya, sinergi tersebut telah menjadi fondasi keberhasilan Zug membangun kepercayaan in vestor hingga dikenal sebagai Crypto Valley, rumah bagi ribu an perusahaan rintisan dan perusahaan global di sektor kripto serta blockchain.
Baca juga : Pertamina NRE Perkuat Kinerja Lewat Investasi Strategis di CREC Filipina
Sementara, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) di London IGP Wira Kusuma memaparkan fundamental ekonomi Indonesia yang tetap kuat. Termasuk perkembangan sistem pembayaran digital melalui per - luasan penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di berbagai negara Asia.
Forum bisnis tahunan itu menjadi bagian dari upaya KBRI Bern mempromosikan potensi ekonomi Indonesia, sekaligus mempererat hubungan perdagangan, investasi dan bisnis dengan Swiss serta Liechtenstein.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya