Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- AS Vs Bosnia-Herzegovina, Tuan Rumah Punya Rekor Buruk Lawan Tim Eropa
- RD Kongo Vs Inggris, Tiga Singa Diancam Macan Tutul
- Sekolah Rakyat Cirebon Gabungkan Budaya Lokal Dan Fasilitas Modern
- Mentan Pastikan Pasokan CPO Untuk Program B50 Aman
- Saat Jepang Out di Piala Dunia 2026, KUAI Jepang & Dubes Brazil Ternyata Nobar
Pancasila Sebagai Kompas Transformasi Hukum, Industri Digital, Dan Persaingan Global
Selasa, 30 Juni 2026 07:31 WIB
Prof. Dr. Ermaya Suradinata
RM.id Rakyat Merdeka - Perkembangan meta kognisi geopolitik di bidang hukum, dan di tengah percepatan revolusi digital, serta semakin kompleksnya persaingan global, maka Indonesia tidak hanya dituntut mampu menguasai teknologi, tetapi juga membangun fondasi kebangsaan yang kokoh agar setiap proses transformasi tetap berpijak pada kepentingan nasional. Ekonomi digital, keamanan siber, komputasi awan, hingga persaingan penguasaan data, telah mengubah cara negara membangun kekuatan ekonomi dan politiknya.
Persaingan tidak lagi hanya berlangsung pada sektor perdagangan atau militer, melainkan merambah penguasaan inovasi, teknologi strategis, dan kualitas tata kelola pemerintahan. Dalam konteks inilah, aktualisasi nilai-nilai Pancasila menjadi semakin relevan sebagai paradigma pembangunan nasional yang mampu mengarahkan transformasi hukum, penguatan industri digital, dan strategi menghadapi kompetisi global tanpa kehilangan identitas bangsa.
Baca juga : Geopolitik Indonesia Diharapkan Lebih Stabil
Karena itu, Indonesia tidak cukup hanya mengejar percepatan digitalisasi. Tetapi harus memastikan, bahwa seluruh proses transformasi tersebut dibangun di atas nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi moral, etika, dan arah pembangunan nasional. Di mana nilai Ketuhanan Yang Maha Esa mengingatkan bahwa perkembangan teknologi harus tetap berorientasi pada tanggung jawab moral, integritas, dan etika publik. Di era ketika algoritma semakin banyak mengambil peran dalam kehidupan manusia, bangsa ini memerlukan kompas nilai agar kemajuan teknologi tidak menggeser martabat manusia.
Sementara itu, sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab menegaskan bahwa digitalisasi harus menjadi instrumen untuk meningkatkan kualitas hidup seluruh rakyat melalui pemerataan akses pendidikan, layanan kesehatan, pelayanan publik, dan kesempatan ekonomi. Transformasi digital kehilangan maknanya apabila hanya dinikmati oleh kelompok tertentu, sementara sebagian masyarakat masih tertinggal dalam akses teknologi.
Persatuan Indonesia juga memperoleh dimensi baru dalam menghadapi geopolitik digital. Persaingan global saat ini ditandai oleh perebutan pengaruh melalui penguasaan data, infrastruktur digital, semikonduktor, kecerdasan artifisial, hingga rantai pasok teknologi. Maka Indonesia harus membuka diri terhadap kerja sama internasional, tetapi pada saat yang sama harus mampu menjaga kedaulatan digital dan kepentingan nasional. Aktualisasi Pancasila mengajarkan keseimbangan antara keterbukaan terhadap investasi global dan perlindungan terhadap industri nasional.
Transformasi tersebut hanya akan berhasil apabila didukung oleh pembangunan hukum yang adaptif dan berorientasi pada kepentingan bangsa. Perkembangan teknologi berlangsung jauh lebih cepat dibandingkan perubahan regulasi, sehingga reformasi hukum menjadi kebutuhan mendesak. Kepastian hukum mengenai perlindungan data pribadi, keamanan siber, hak kekayaan intelektual, tata kelola kecerdasan artifisial, serta pengembangan industri digital harus menjadi prioritas pembangunan nasional.
Baca juga : Perbaikan Tata Kelola Makanan
Hukum yang berlandaskan nilai-nilai Pancasila tidak hanya memberikan kepastian bagi dunia usaha dan investasi. Tetapi juga memastikan, bahwa seluruh perkembangan teknologi tetap menghadirkan keadilan sosial dan perlindungan terhadap hak-hak masyarakat. Bersamaan pula transformasi hukum harus berjalan beriringan dengan transformasi birokrasi. Pemerintahan yang adaptif, transparan, dan berbasis digital akan mempercepat pelayanan publik sekaligus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap negara.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya