BREAKING NEWS
 

Menperin: INNOPROM 2026 Jadi Ajang RI Gaet Investor Eurasia

Reporter & Editor :
ADITYA NUGROHO
Rabu, 8 Juli 2026 10:59 WIB
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. (Foto: Kemenperin)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintah Indonesia membuka akses yang lebih luas bagi investor dan pelaku usaha dari kawasan Eurasia melalui keikutsertaan sebagai Official Partner Country pada ajang INNOPROM 2026 di Yekaterinburg, Rusia, yang berlangsung pada 6-9 Juli 2026.

Keikutsertaan tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan arah baru pembangunan industri nasional melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional (SBIN) sekaligus menawarkan peluang investasi dan kemitraan industri kepada pelaku usaha internasional.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, Indonesia kini tidak hanya menawarkan potensi pasar, tetapi juga menghadirkan arah pembangunan industri yang jelas dan terukur.

Baca juga : PIT dan Mukernas HISFARSI 2026 di Pekanbaru Dorong Transformasi Layanan Farmasi

“Melalui Strategi Baru Industrialisasi Nasional, Indonesia membangun fondasi industri yang lebih kuat, modern, dan berkelanjutan. Kami membuka ruang yang luas bagi kemitraan internasional yang mampu menghadirkan investasi berkualitas, transfer teknologi, dan peningkatan kapasitas industri nasional,” kata Agus dalam keterangan resminya, Rabu (8/7/2026).

Menurut dia, SBIN merupakan respons Kementerian Perindustrian terhadap perubahan ekonomi global yang dipengaruhi percepatan digitalisasi, transisi energi, dan pergeseran rantai pasok dunia. Strategi tersebut juga menjadi peta jalan menuju visi Indonesia Emas 2045 serta sejalan dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto.

Adsense

Dalam implementasinya, SBIN memiliki empat prioritas utama, yakni penguatan manufaktur berbasis nilai tambah sumber daya alam, penguasaan teknologi industri melalui peta jalan Making Indonesia 4.0, pengembangan industri hijau, serta peningkatan kualitas sumber daya manusia industri.

Baca juga : Wamenperin Dorong RI Jadi Pusat Industri Halal Dunia

Direktur Jenderal Ketahanan Perwilayahan dan Akses Industri Internasional (KPAII) Kementerian Perindustrian Tri Supondy mengatakan partisipasi Indonesia pada INNOPROM 2026 menjadi langkah strategis untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia.

“Tujuan utama keikutsertaan Indonesia di INNOPROM 2026 adalah memperkuat posisi Indonesia sebagai mitra industri jangka panjang bagi kawasan Eurasia. Pada pameran ini, Indonesia akan memperkenalkan SBIN yang memungkinkan Indonesia membangun ekosistem manufaktur yang terstruktur, transparan, dan lebih terbuka bagi kolaborasi internasional,” ujar Tri.

Indonesia memasuki INNOPROM 2026 dengan posisi sebagai negara manufaktur terbesar di Asia Tenggara. Nilai tambah manufaktur (Manufacturing Value Added/MVA) Indonesia tercatat mencapai 265 miliar dolar AS, menempatkan Indonesia pada peringkat ke-13 dunia.

Baca juga : Hundred Hoo Haa Cup 2026 Jadi Ajang Bulutangkis Senior Bertaraf Internasional

Sementara itu, nilai ekspor manufaktur nonmigas hingga Agustus 2025 mencapai 147,9 miliar dolar AS atau hampir 80 persen dari total ekspor nasional.

Dalam pameran tersebut, Indonesia membawa lebih dari 50 pelaku industri yang siap menjalin kemitraan dengan investor dan pelaku usaha dari kawasan Eurasia.

Pemerintah menawarkan empat peluang kerja sama utama, yakni kemitraan teknologi dan alih teknologi di sektor mesin industri, otomasi, petrokimia, dan material; investasi langsung di kawasan industri yang telah siap beroperasi; pengembangan rantai pasok hilirisasi komoditas strategis seperti nikel, bauksit, tembaga, kobalt, dan litium; serta kolaborasi di sektor agro dan pangan bernilai tambah.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense