Dark/Light Mode

METCONNEX 2026 Perkuat Hilirisasi Tambang dan Industri Metalurgi

Kamis, 7 Mei 2026 15:01 WIB
Dari Kanan: Mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Antam sekaligus Chairman Ikatan Alumni Teknik Tambang Institut Teknologi Bandung IA-TA ITB, Achmad Ardianto, Chairman Ikatan Alumni Metalurgi Institut Teknologi Bandung IA-MET ITB, Erika Silva, Head of Committee METCONNEX 2026, Bara Dipol Yadi, dan Indonesia Magenta Artistik Triastuti Setyaningrum, dalam acara Media Luncheon Cameron Minerba METCONNEX 2026, di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Fazry/Rakyat Merdeka)
Dari Kanan: Mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk Antam sekaligus Chairman Ikatan Alumni Teknik Tambang Institut Teknologi Bandung IA-TA ITB, Achmad Ardianto, Chairman Ikatan Alumni Metalurgi Institut Teknologi Bandung IA-MET ITB, Erika Silva, Head of Committee METCONNEX 2026, Bara Dipol Yadi, dan Indonesia Magenta Artistik Triastuti Setyaningrum, dalam acara Media Luncheon Cameron Minerba METCONNEX 2026, di Jakarta, Kamis (7/5/2026). (Foto: Fazry/Rakyat Merdeka)

RM.id  Rakyat Merdeka - Integrasi sektor pertambangan dan pengolahan mineral dinilai menjadi kunci strategis bagi Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar energi global di tengah percepatan transisi menuju energi hijau dan terbarukan.

Sinkronisasi teknologi dari proses penambangan hingga pengolahan akhir dinilai penting untuk menciptakan industri yang stabil, efisien, bernilai tambah tinggi, dan berkelanjutan.

Mantan Direktur Utama PT Aneka Tambang Tbk (Antam) sekaligus Chairman Ikatan Alumni Teknik Tambang Institut Teknologi Bandung (IA-TA ITB), Achmad Ardianto, mengatakan integrasi antara sektor pertambangan di hulu dan pengolahan serta pemurnian mineral di hilir akan menentukan daya saing industri nasional.

“Integrasi antara sektor pertambangan (mining) pengolahan mineral (mineral processing/metallurgy) menjadi kunci strategis bagi Indonesia dalam memperkuat posisi di pasar energi global,” ujar Achmad Ardianto dalam acara Media Luncheon Cameron Minerba METCONNEX 2026, Kamis (7/5/2026).

Menurut dia, tantangan seperti fluktuasi harga komoditas, kebutuhan investasi teknologi pengolahan, hingga tuntutan penerapan prinsip keberlanjutan dan dekarbonisasi mendorong pelaku industri untuk mempercepat adopsi inovasi dan memperkuat kolaborasi lintas sektor.

Menjawab tantangan tersebut, METCONNEX – Mine Aidic 2026 edisi ketiga akan digelar sebagai platform strategis yang mempertemukan pemangku kepentingan industri pertambangan dan pengolahan mineral dalam satu ekosistem kolaboratif.

Baca juga : REI Dukung Program 3 Juta Rumah dan Hilirisasi Industri di Lampung

Head of Committee METCONNEX 2026, Bara Dipolyadi, mengatakan kegiatan itu mengusung tema “Strengthening Indonesia's Metallurgy Industry: Towards Sustainable Growth and Global Competitiveness”.

“Ajang ini difokuskan untuk mendorong sinergi dalam meningkatkan nilai tambah produk tambang, mineral dan logam nasional,” kata Bara Dipolyadi.

Chairman Ikatan Alumni Metalurgi Institut Teknologi Bandung (IA-MET ITB), Erika Silva menilai METCONNEX – Mine Aidic tidak sekadar menjadi forum pertemuan industri, tetapi juga sarana berbagi pengetahuan dan perkembangan teknologi terbaru di bidang pertambangan dan metalurgi.

“Kegiatan ini juga menjadi bentuk kontribusi nyata komunitas alumni dan profesional di bidang metalurgi dan pertambangan dalam mendukung kemajuan, sekaligus menjembatani antara kebijakan dan implementasi di dunia mining dan metalurgi Indonesia,” ujar Erika Silva.

Ia menambahkan, METCONNEX – Mine Aidic merefleksikan komitmen dalam memperkuat ekosistem hilirisasi mineral melalui workshop, pameran, dan konferensi yang dirancang untuk menghubungkan kebutuhan industri dengan inovasi teknologi.

Melalui forum tersebut, para pemangku kepentingan didorong mengadopsi teknologi terkini, meningkatkan efisiensi proses, serta memastikan praktik industri yang selaras dengan prinsip keberlanjutan lingkungan.

Baca juga : Hadapi Karhutla 2026, APP Group Perkuat Deteksi Dini dan Sinergi

METCONNEX 2026 akan diselenggarakan di Jakarta International Convention Center (JICC) dengan rangkaian agenda berupa workshop, diskusi strategis, dan pameran teknologi.

Bara Dipolyadi menjelaskan, pada 11 Mei 2026 akan digelar Technical Mineral Processing Short Course bagi para profesional untuk memperdalam pemahaman terkait metode pengolahan mineral terkini.

“Sesi ini akan menghadirkan praktisi dan akademisi terkemuka dengan materi yang mencakup studi kelayakan, tahapan pengembangan proyek, hingga optimasi proses pengolahan,” kata Bara.

Selanjutnya, pada 12-13 Mei 2026 akan berlangsung Conference & Exhibition yang menghadirkan pemimpin industri, pembuat kebijakan, serta inovator teknologi untuk membahas tren keberlanjutan, kebijakan hilirisasi, serta tantangan industri ke depan.

Pameran teknologi dalam agenda tersebut juga akan menampilkan berbagai inovasi terbaru untuk mendukung efisiensi dan daya saing industri nasional.

Achmad Ardianto berharap rangkaian kegiatan METCONNEX – Mine Aidic 2026 dapat memperkuat ekosistem industri pertambangan dan metalurgi nasional.

Baca juga : Dari Tambang ke Hilirisasi, Jalan Sunyi Menuju Swasembada Energi

“Ajang ini juga diharapkan mampu memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu pusat pengolahan mineral strategis di tingkat global, sekaligus meningkatkan nilai tambah sumber daya alam nasional secara optimal,” ujar Achmad Ardianto.

Ia menambahkan, METCONNEX – Mine Aidic 2026 menjadi momentum penting bagi seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi dan merancang langkah strategis menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.

“Dengan sinergi yang kuat antara sektor pertambangan dan metalurgi, Indonesia diharapkan dapat terus melangkah maju menuju industri yang lebih modern, berkelanjutan, dan berdaya saing global,” kata dia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.