BREAKING NEWS
 

Kebijakan Kurangi Latihan Militer Dengan Korsel Panen Kritik

Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 19 Agustus 2026 06:30 WIB
Tentara Amerika Serikat dan Korea Selatan selama latihan militer bersama Freedom Shield. Foto: KIM SOO-HYEON/REUTERS

 Sebelumnya 
Duta Besar Indonesia untuk Kanada Muhsin Syihab Beri Penghargaan Ke Dua Tokoh Di HUT Kemerdekaan KBRI OTTAWA

pilar utama bagi keamanan dan stabilitas di Indo-Pasifik.

Senator dari Partai Demokrat Andy Kim menuding Trump mengabaikan kemitraan tersebut.

“Keputusan mengenai latihan bersama harus diambil secara bersama-sama dan tidak diumumkan secara sepihak melalui media sosial,” cuit Kim di X, Senin (17/8/2026).

Baca juga : Perlinsos Rp 500 T Ditebar, Pengusaha Siap Kolaborasi

“Saya akan terus mendesak Pemerintah ini untuk memperkuat hubungan AS di bidang keamanan, ekonomi, perdagangan dan teknologi yang semuanya memberikan manfaat bagi rakyat Amerika maupun kawasan Indo-Pasifik secara lebih luas,” lanjutnya.

Anggota Kongres Partai Demokrat Pramila Jayapal menegaskan, keputusan Trump tersebut membahayakan stabilitas kawasan.

“Pemimpin AS yang ingin bergaya otoriter ini telah memutuskan untuk meninggalkan demokrasi di Korea Selatan demi sistem otoriter Korea Utara yang begitu dia kagumi?” sindir Jayapal dalam sebuah unggahan di media sosial.

Tak hanya Demokrat, rekan separtai Trump dari kubu Republik juga melontarkan kritikan.

Baca juga : RDF Rorotan Butuh Truk Compactor & Jalan Layak

Senator dari Partai Republik Thom Tillis berpendapat, keputusan tersebut memungkinkan Korut meningkatkan dukungannya terhadap Presiden Rusia Vladimir Putin di tengah perang dengan Ukraina.

“Korsel telah menjadi sekutu militer yang tangguh selama lebih dari 70 tahun dan memiliki kemampuan militer yang luar biasa,” tulis Tillis di platform X.

“Mengurangi latihan bersama dengan Korsel hanya akan membebaskan ribuan tentara Korut untuk mendukung tindakan sistematis Putin berupa penculikan, penyiksaan, pemerkosaan dan pembunuhan terhadap warga sipil Ukraina yang tak berdosa,” warning-nya.

Selama masa jabatan pertamanya, Trump sudah bertemu Kim Jong-un sebanyak tiga kali, antara tahun 2018 dan 2019.

Baca juga : Pejabat FIFA Dipecat Usai Kecam Infantino

Setelah pertemuan-pertemuan puncak tersebut, Trump memuji hubungan baik yang terjalin dengan Kim. Namun, pembicaraan itu tidak menghasilkan terobosan diplomatik ataupun memajukan tujuan kebijakan AS untuk melakukan denuklirisasi Korut.

Pyongyang juga terus melakukan uji coba rudal sebagai bentuk pembangkangan terhadap AS dan sekutunya. Termasuk peluncuran yang dilakukan awal bulan ini. DAY

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Rabu, 19 Agustus 2026 dengan judul "Kebijakan Kurangi Latihan Militer Dengan Korsel Panen Kritik Donald Trump Konyol Dan Coreng Citra AS"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense