RM.id Rakyat Merdeka - Sekitar 2,4 juta pemilih di Bangsamoro Autonomous Region in Muslim Mindanao (BARMM), Filipina selatan, memberikan suara untuk memilih Parlemen Bangsamoro secara langsung, Senin (14/9/2026).
Pemilu ini dianggap sebagai tonggak penting dalam proses perdamaian setelah konflik bersenjata selama puluhan tahun antara Pemerintah Filipina dan kelompok pemberontak Moro.
Melansir Al Jazeera, BARMM mayoritas penduduknya Muslim, berbeda dengan Filipina secara keseluruhan yang mayoritas beragama Katolik. Wilayah ini lahir dari proses perdamaian antara Pemerintah Filipina dan Moro Islamic Liberation Front (MILF). Kelompok bersenjata tersebut selama puluhan tahun memperjuangkan hak politik dan otonomi bagi masyarakat Moro.
Ekspektasi tinggi mengiringi proses pemilu ini. Ketua Komisi Pemilihan Umum (Comelec) Filipina, George Garcia, menekankan nilai historis dari pesta demokrasi tersebut.
Baca juga : Sampah Di Bantargebang Susut, Di Jakarta Numpuk
“Pemilu ini berdiri di atas perjuangan generasi masyarakat Bangsamoro demi Tanah Air, identitas dan penentuan nasib sendiri di tengah perampasan, marjinalisasi, konflik dan pengorbanan,” kata Garcia.
Comelec Filipina menargetkan tingkat partisipasi pemilih mencapai setidaknya 80 persen. Sebanyak 80 kursi diperebutkan untuk mengisi parlemen BARMM. Posisi ini terdiri atas 40 perwakilan partai politik, 32 perwakilan distrik, dan 8 perwakilan sektoral.
Ketua menteri (chief minister) yang memimpin badan eksekutif nantinya bakal dipilih oleh anggota parlemen pada sidang pertama.
Tetapi pemilu ini tidak berjalan mulus sepenuhnya. Pemungutan suara yang digelar hingga pukul 19.00 waktu setempat ini diwarnai aksi kekerasan mematikan pada Minggu (13/9/2026).
Baca juga : City Permalukan MU
Penembakan pada Minggu malam menewaskan tiga orang dan melukai 15 lainnya. Garcia melaporkan bahwa Kota Cotabato terpaksa diambil alih langsung oleh Comelec Filipina setelah insiden. Di kota yang sama, ledakan bom rakitan melukai pembawanya.
Selain Kota Cotabato, Kota Maluso di Basilan juga diambil alih oleh komisi setelah ditemukannya surat suara yang telah dicoblos terlebih dahulu di 36 dari 68 Tempat Pemungutan Suara (TPS).
Garcia menegaskan, pihaknya telah memerintahkan pencetakan ulang surat suara. Dia berjanji akan menindak tegas para pelaku kekerasan maupun praktik politik uang.
Pemilu ini sekaligus menandai berakhirnya masa transisi di bawah Otoritas Transisi Bangsamoro (BTA) yang ditunjuk sejak 2019. Dibentuk berdasarkan perjanjian damai 2014, BARMM bertujuan memberikan otonomi yang lebih luas.
Baca juga : MotoGP: Sapu Bersih Misano, Marquez Top Klasemen
Mantan tentara MILF sepakat melucuti senjata. Termasuk menghentikan tuntutan pembentukan negara terpisah di wilayah selatan Filipina yang mayoritas penduduknya beragama Katolik. [LDU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.