BREAKING NEWS
 

Partisipasi Di Health Asia Expo & Conference

Diplomasi Kesehatan RI Berbuah Cuan

Reporter & Editor :
MELLANI EKA MAHAYANA
Rabu, 16 September 2026 06:33 WIB
Tiga Nota Kesepahaman diteken dalam Business Dinner in Honor of the Delegates of Indonesia Medica di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi, Sabtu (12/9/2026). (Foto: Dok. KJRI Karachi)

RM.id  Rakyat Merdeka - Indonesia tak pulang dengan tangan kosong dari Health Asia Expo & Conference 2026 di Karachi, Pakistan. Ajang pameran kesehatan tersebut menghasilkan tiga Memorandum of Understanding (MoU) antara pelaku usaha dan organisasi industri Indonesia dengan mitra Pakistan. Nilai indikatif kerja sama yang diproyeksikan mencapai 625 juta dolar AS atau sekitar Rp 11 triliun (kurs Rp 17.680 per dolar AS).

Tiga MoU itu diteken dalam Business Dinner in Honor of the Delegates of Indonesia Medica di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) Karachi, Sabtu (12/9/2026). Kesepakatan tersebut menjadi salah satu buah dari rangkaian business engagement Indonesia Medica selama tiga hari di Health Asia 2026.

Tiga MoU masing-masing melibatkan Himpunan Pengembangan Ekosistem Alat Kesehatan Indonesia (HIPELKI) dengan Healthcare Devices Association of Pakistan (HDAP); PT Borden Eagle Indonesia dengan Muller & Phipps Pakistan (Pvt.) Ltd.; serta PT Tele Sehat Indonesia dengan Educast Global Pakistan (Pvt.) Ltd.

Konsul Jenderal RI di Karachi, Mudzakir, mengatakan, tiga MoU tersebut jangan dilihat sekadar dokumen kerja sama. Kesepakatan itu menunjukkan semakin eratnya hubungan antarlembaga industri, terbukanya kemitraan langsung antarperusahaan, serta adanya keinginan kedua negara membangun kerja sama yang konkret.

Kehadiran Indonesia di Health Asia 2026 juga mendapat perhatian Pemerintah Pakistan. Menteri Kesehatan Federal Pakistan Syed Mustafa Kamal, yang membuka pameran, mengunjungi Paviliun Indonesia.

Baca juga : Memahami Peran Kesehatan Masyarakat: Membangun Masyarakat Sehat melalui Pencegah

Mustafa Kamal bersama Konjen RI turut melakukan pengguntingan pita secara simbolis.

Kehadiran sang menteri dinilai membawa momentum positif bagi upaya Indonesia memperluas kerja sama sektor kesehatan, sekaligus meningkatkan kehadiran komersial perusahaan Indonesia di pasar Pakistan.

Salah satu kerja sama yang dinilai strategis adalah MoU antara HIPELKI dan HDAP. Kedua organisasi sepakat membangun kerangka kerja sama kelembagaan yang akan ditindaklanjuti melalui Plan of Action.

Adsense

Ruang lingkupnya cukup luas. Mulai dari business matching, reciprocal market access, pertukaran informasi industri dan regulasi, capacity building, penelitian dan pengembangan (R&D), transfer teknologi, hingga kerja sama mesin dan manufaktur. Kerja sama juga menyasar sektor digital health.

HIPELKI mewakili sekitar 250 pelaku ekosistem alat kesehatan Indonesia. Sedangkan HDAP menaungi sekitar 300 importir dan produsen alat kesehatan Pakistan.

Baca juga : Meningkatkan Kesadaran Masyarakat tentang Pentingnya Hidup Sehat

Dua MoU lainnya langsung menyentuh level bisnis. PT Borden Eagle Indonesia menggandeng Muller & Phipps Pakistan. Sementara PT Tele Sehat Indonesia bekerja sama dengan Educast Global Pakistan.

Kerja sama tersebut memperlihatkan mulai terbentuknya hubungan langsung antarpelaku usaha kedua negara.

Mudzakir menegaskan, inilah salah satu bentuk konkret diplomasi ekonomi yang dijalankan KJRI Karachi.

KJRI, kata dia, tidak ingin diplomasi berhenti pada kegiatan seremonial atau sekadar mempertemukan calon mitra.

Pihaknya bukan hanya menyelenggarakan kegiatan atau memperkenalkan pihak-pihak yang potensial. Tetapi juga menciptakan koneksi yang tepat, membantu membuka pintu, membangun kepercayaan dan mendukung pembicaraan hingga berkembang menjadi hubungan bisnis yang berkelanjutan.

Baca juga : Ketika Informasi Kesehatan Bertebaran di Media Sosial: Mana yang Harus Dipercaya

“Health Asia tahun ini boleh berakhir. Kami berharap malam ini justru membuka babak baru agar koneksi yang telah dibangun berkembang menjadi kemitraan jangka panjang dan hasil yang nyata bagi Indonesia dan Pakistan,” harapnya.

Business Dinner tersebut dihadiri, antara lain Sekretaris Jenderal HIPELKI Sigit Mohammad Nuzul, Ketua Umum HDAP Dr. Syed Omer Ahmad, Co-Founder Health Asia Expo and Conference Dr. Zakiullah, Project Director Health Asia Farhan Anis dari E-Commerce Gateway, perwakilan perusahaan penandatangan MoU, delegasi Indonesia, serta pelaku usaha dan mitra sektor kesehatan Pakistan. [MEL]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense