BREAKING NEWS
 

Singapura Alami Aging Population

RI Target Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil

Reporter : LARASATI DYAH UTAMI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Sabtu, 19 September 2026 06:10 WIB
Dubes RI untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan (kanan) dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani di Singapura, Selasa (15/9/2026). Foto: KBRI Singapura

RM.id  Rakyat Merdeka - Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Singapura siap menjajaki perluasan peluang kerja terampil (skilled workers) bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI). Komitmen ini dibahas dalam pertemuan antara Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Singapura Hotmangaradja Pandjaitan dan Wakil Menteri Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (Wamen P2MI) Christina Aryani di Singapura, Selasa (15/9/2026).

Dalam pertemuan tersebut, kedua pejabat membahas kondisi PMI di Singapura dan pengembangan peluang kerja terampil. Selain itu, mereka menyoroti penguatan pelindungan bagi pekerja migran yang menghadapi persoalan di negara penempatan.

KBRI Singapura siap mendukung penuh upaya penguatan pelindungan dan perluasan peluang kerja terampil bagi PMI,” ujar Dubes Hotmangaradja.

Berdasarkan laporan layanan Penempatan dan Pengaduan PMI KP2MI bulan Juli 2026, Singapura konsisten masuk dalam daftar lima negara tujuan utama penempatan PMI bersama Taiwan, Malaysia, Hong Kong dan Jepang. Namun, mayoritas PMI di Singapura saat ini masih didominasi oleh sektor domestik maupun perseorangan, yakni mencapai 80–90 persen. Dengan pekerjaan seperti Asisten Rumah Tangga (ART). Sebaliknya, porsi PMI terampil masih berada di bawah 15 persen.

Transformasi menuju tenaga terampil menjadi makin mendesak di Singapura. Sebab, pesatnya penuaan populasi (aging population) dan tingginya kebutuhan tenaga kerja industri jasa di negara itu.

Baca juga : Penuhi Kebutuhan BBM, Pemerintah Siapkan E50

Negeri Singa kini memerlukan pasokan tenaga kerja asing berkualitas tinggi di sektor kesehatan (caregiver dan perawat), perhotelan dan kuliner (hospitality), teknologi, hingga jasa vokasional.

Upaya ini diakselerasi melalui pendekatan berbasis permintaan (demand-driven) dalam program Presiden Prabowo Subianto melalui SMK Go Global.

Christina Aryani mengatakan, Pemerintah menargetkan penempatan 500 ribu pekerja migran terampil secara nasional hingga tahun 2029.

“Informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja tersebut penting bagi kami agar kompetensinya dapat kami siapkan terlebih dahulu di Indonesia sebelum proses penempatan,” katanya.

Adsense

Program ini menyiapkan lulusan SMK vokasi (jurusan keperawatan, pariwisata, teknik) agar menguasai standar kompetensi internasional. Para lulusan dibekali pelatihan intensif bahasa Inggris profesional serta bahasa Mandarin dasar.

Baca juga : Vicky Shu, Pantang Gengsi Jemput Rezeki

Duta Besar Jepang Untuk Indonesia Ueno Atsushi

Para pekerja juga akan dilengkapi sertifikasi kompetensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) dan sertifikasi standar industri Singapura. Penempatan lulusan diproyeksikan mulai terealisasi secara signifikan pada akhir tahun 2026 hingga awal 2027.

Untuk memperkuat ekosistem tersebut, staf teknis ketenagakerjaan pertama dari Kementerian P2MI ditempatkan langsung di KBRI Singapura. Penempatan percontohan (pilot project) ini bertujuan untuk mengawasi perjanjian kerja, memetakan pasar kerja terampil baru, serta merespons pengaduan PMI secara langsung di lapangan.

“Harapannya, kehadiran ini semakin memperkuat pelayanan dan pelindungan bagi PMI di Singapura,” tutur Christina.

Langkah penempatan Staf Teknis ini juga relevan dengan naiknya tren pengaduan. Laporan KP2MI mencatat, adanya 328 layanan pengaduan pada Juli 2026. Angka ini naik 20,15 persen dibanding Juni 2026. Kasus terbanyak didominasi oleh permintaan pemulangan PMI, yakni 100 kasus. Pengaduan secara langsung menjadi saluran terfavorit.

Baca juga : PDIP Akan Diajak Bahas RUU Pemilu

Model pengawasan lapangan Staf Teknis ini rencananya juga akan diterapkan di negara tujuan utama lain seperti Malaysia, Taiwan, Hong Kong dan Jepang.

Christina mengapresiasi dukungan KBRI Singapura dalam memberikan pelayanan, serta pelindungan kepada PMI. Mulai dari penanganan masalah hingga pengurusan dokumen.

Secara khusus, dia meminta KBRI Singapura terus mendampingi dan memantau persoalan hukum yang dihadapi PMI bernama Maria Ingrid Seran. Maria sebelumnya didakwa atas tuduhan melakukan penganiayaan terhadap seorang lanjut usia (lansia) berusia 69 tahun pada April 2023.

Atas perkara tersebut, pengadilan Singapura telah menjatuhkan vonis hukuman 11 minggu penjara kepada Maria. Selama proses hukum berlangsung, Pemerintah melalui KBRI Singapura memastikan hak-hak hukum Maria terpenuhi dengan menyediakan pendampingan pengacara, serta bantuan konsuler secara menyeluruh. LDU

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 14, edisi Sabtu, 19 September 2026 dengan judul "Singapura Alami Aging Population RI Target Siapkan 500 Ribu Pekerja Migran Terampil"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense