BREAKING NEWS
 

Dampak Travel Advice Kunjungan Ke Tanah Air

Studi Bahasa Indonesia Di Australia Sepi Peminat

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Senin, 19 November 2018 12:29 WIB
Presiden Jokowi dan PM Scott Morrison (tengah kiri) berpose akrab saat pemimpin Australi itu berkunjung ke Indonesia Agustus lalu. (Foto: Scott Morrison Twitter)

 Sebelumnya 
Petisi dimulai dua siswa bernama Aidan Brooke dan Joseph Armstrong. Dalam petisi dijelaskan, Bahasa Indonesia dipercaya sebagai jembatan yang menghubungkan antara kedua negara bertetangga yang pada akhirnya akan memberi dampak positif hubungan kerja sama. Protes serupa juga diungkapkan guru bahasa Indonesia di sekolah tingkat SMA di Melbourne yang merupakan alumni dari Narabundah College.

Baca juga : Lion Dibenci, Juga Dicintai (Pemerintah)

“Menghapus mata pelajaran Bahasa Indonesia akan memberi dampak buruk pada hubungan kedua negara di masa depan. Australia akan jatuh pada kerugian yang lebih besar dari pada menanggung biaya pendidikan untuk Bahasa Indonesia di sekolah saat ini,” katanya perempuan yang tidak disebutkan namanya itu. Narrabundah College punya mata pelajaran Bahasa Indonesia lebih dari 40 tahun. Mereka saat ini sedang melakukan studi kelayakan mengenai
apakah akan mempertahankan program Bahasa Indonesia.

Baca juga : Trump: Laporan CIA Prematur

Jika Narrabundah College tidak melanjutkan mata pelajaran itu, hingga tahun depan hanya akan ada dua institusi pendidikan yang menawarkan siswa pilihan untuk belajar bahasa Indonesia di kawasan Australian Capital Territory (ACT), salah satunya Telopea Park Canberra. George Quinn, ahli studi Indonesia di Universitas Nasional Australia mengatakan, setiap langkah untuk membatalkan program Bahasa Indonesia akan bertentangan dengan komitmen Pemerintah Perdana Menteri Scott Morrison untuk memperkuat hubungan dan memprioritaskan pengajaran Bahasa Asia di sekolah-sekolah.

Baca juga : Kasus Khashoggi, CIA Pojokin Putra Mahkota Saudi

Morrison berjanji untuk mengembangkan hubungan strategis yang lebih dekat antara kedua negara, setelah perjalanan internasional pertamanya ke Jakarta sejak menjadi Perdana Menteri pada akhir Agustus lalu. “Dengan menghapus Bahasa Indonesia dari apa yang mereka tawarkan, mereka tidak hanya menentang rekomendasi umum dari Pemerintah, tetapi juga melawan kebijakan mereka sendiri,” terang Quinn. Quinn juga menyayangkan kurang konsistennya Pemerintah Federal dalam hal pengaturan kurikulum nasional untuk bahasa asing.  [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense