RM.id Rakyat Merdeka - Pemilihan Presiden Amerika Serikat (Pilpres AS) semakin dekat. Berbagai prediksi mengemuka. Mulai dari siapa yang akan menang, hingga prediksi terjadinya kekacauan pada malam pemungutan suara.
Josh Mendelsohn, Kepala Eksekutif Hawkfish, lembaga data politik dan teknologi yang didirikan Michael Bloomberg memperingatkan kemungkinan kekacauan massal di hari pemilihan tersebut dalam acara wawancara Axios di HBO yang disiarkan Senin malam (31/8).
Menurut Mendelsohn, sistem pemilu dengan surat suara yang dikirim lewat pos dapat memicu kekacauan karena lamanya penghitungan suara. Langkah ini diambil demi pemilu tetap berjalan sesuai jadwal di saat perang melawan pandemi Covid-19 terus berlangsung.
Baca juga : Lima Bidang Baru Di Partai Gelora Diisi Kaum Hawa
Mendelsohn mengungkapkan, pihaknya memiliki model yang disebut ‘red mirage’ atau fatamorgana merah. Model tersebut, kata dia, bisa memprediksi apa yang akan terjadi pada Pilpres 3 november mendatang. Pertarungan antara petahana dari Partai Republik Donald Trump dengan Joe Biden dari Demokrat.
“Alasan kami berbicara tentang fatamorgana merah karena pada malam pemilihan Donald Trump terlihat dalam posisi yang lebih kuat daripada kenyataannya,” kata Mendelsohn.
Tapi, jika surat suara yang dikirim lewat pos benar-benar sudah masuk seluruhnya, maka hasilnya akan berubah. Dimana Biden, akan diumumkan sebagai pemenang Pilpres. “Karena ada cukup banyak surat suara yang dikirim lewat pos untuk menghindari pemilih datang langsung ke TPS,” ujarnya.
Baca juga : Di Aceh, Buruh China Dibikin Merana
Pada dasarnya, pemungutan suara melalui pos sangat ditentang Trump. namun, oleh Partai Demokrat hal itu dianggap lebih masuk akal untuk dilakukan. Mengingat pandemi Covid-19 yang masih belum usai.
Lebih lanjut, menurut Trump, pemungutan suara melalui pos sangat rawan akan kecurangan. Trump menganggap cara tersebut hanya akan menguntungkan Partai Demokrat dan calonnya.
Pada dasarnya, Trump mengaku siap menerima hasil Pilpres sekalipun dinyatakan kalah. Tapi dia tidak benar-benar mempercayai metode pemungutan suara melalui pos. Yakni, dimana setiap pemilih terdaftar mendapatkan surat suara.
Baca juga : Piattos Hadirkan Dua Varian Edisi Terbatas
Menurut Trump, hasil proses itu tidak bisa dipercaya. Hawkfish adalah agensi data dan politik, yang secara khusus didirikan mantan Walikota new York Michael Bloomberg. Tujuannya, untuk mendukung calon dari Partai Demokrat. Yang digambarkan sebagai orang yang baik, merupakan solusi sesuai dengan akal sehat.
Beberapa bulan setelah mendirikan agensi tersebut, Bloomberg menggumumkan pencalonannya sebagai kandidat presiden Demokrat. Tapi Maret lalu, dia mundur dari pencalonan. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.