Sebelumnya
Basfar adalah profesor di Departemen Sharia and Islamic Studies di King Abdul Aziz University di Jeddah, Arab Saudi.Dia juga mantan Sekretaris Jenderal World Book and Sunnah Association. Laporan tentang penahanan Syekh Basfar berselang beberapa waktu setelah laporan tentang penahanan Syekh Saud Al-Funaisan.
Al-Funaisan dilaporkan ditangkap pada Maret. Dia dosen dan mantan Dekan Fakultas Sharia di Al-Imam University di Riyadh, Arab Saudi.
Baca juga : Terkait Narkoba, Penyanyi Wanita Inisial RA Ditangkap Polisi
Sejumlah orang memuji penahanan ini sebagai bagian dari tindakan keras terhadap esktremisme di kerajaan itu. Meski demikian, tak sedikit yang menentang penangkapan tersebut.
Media online Rai Al Youm mengutip seorang rakyat Arab Saudi di Twitter yang menyampaikan bahwa elite yang mereka butuhkan ada di penjara.“Ulama kami ditahan secara sewenang-wenang, sementara orang-orang sepele menikmati kebebasan dan menyebarkan korupsi di negara ini,” tulis salah satu pengguna Twitter lain sebagaimana diwartakan Rai Al Youm.
Baca juga : Mahfud Jelaskan Alasan, Mengapa Pilkada Tetap Digelar Desember 2020
Warga itu menilai, tindakan itu kampanye terbuka untuk menyingkirkan Islam dan menyebarkan kejahatan di tanah Haramain.
MBS memang dikenal kontroversial. Ia telah melakukan sejumlah perombakan pasca dirinya mengambil alih kekuasaan pada 2017. Sejak periode itu, dia telah menindak sejumlah ulama, jurnalis, akademisi, dan aktivis dunia maya yang memiliki pandangan kritis tentang cara dirinya memerintah negara dan membuat Kerajaan Arab Saudi menjadi negara sekuler. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.