Sebelumnya
Sebaliknya AS, demi melindungi hegemoni teknologi dan kepentingan monopolinya sendiri, telah menggeneralisasi konsep keamanan nasional dan menyalahgunakan kekuasaan negara untuk menekan perusahaan China secara sewenang-wenang.
Dinas intelijen AS sejak lama telah melakukan penyadapan yang membabi-buta dan ilegal terhadap pemerintah, bisnis, maupun individu dari negara-negara lain, termasuk dari negara-negara sekutu mereka sendiri.
Tindakan ini telah mendatangkan ancaman besar bagi keamanan nasional di berbagai negara.
Baca juga : Didatangi Menlu AS, Indonesia Mending Jangan Gampang Ge-Er
"Aksi AS yang ibaratnya "maling teriak maling" ini adalah sesuatu yang konyol," ucap Xiao.
5. AS adalah pencipta penderitaan bagi dunia Muslim.
Dalam konteks ini, Xiao menegaskan, konstitusi China melindungi kebebasan beragama segenap warganya, juga hak-hak sah dari semua etnik minoritas.
Baca juga : Kunjungan Di Indonesia Dipadatin Sehari, Pompeo Terbang Ke Vietnam
"Hak asasi rakyat semua etnik di Xinjiang, sepenuhnya terjamin. China adalah sahabat tulus bagi dunia Muslim, yang senantiasa teguh mendukung perjuangan adil rakyat Palestina," tuturnya.
Sebaliknya, lanjut Xiao, pemerintah AS justru menerbitkan "Muslim Ban" (larangan bagi Muslim untuk masuk AS), mengabaikan hak dan kepentingan legal Palestina dalam konflik dengan Israel, membangkitkan "revolusi berwarna" di sejumlah negara Muslim, meluncurkan perang proksi, dan bahkan melakukan serangan langsung terhadap negara lain tanpa alasan valid.
"Semua ini mendatangkan instabilitas, konflik, perpecahan, dan penderitaan berkepanjangan bagi dunia Muslim," tandas Xiao.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.