BREAKING NEWS
 

Penghinaan Sang Nabi dan Persatuan Dunia Islam

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MUHAMMAD RUSMADI
Sabtu, 21 November 2020 16:47 WIB
Konselor Kebudayaan Iran di Jakarta, Mehrdad Rakhshandeh Yazdi, PhD [Foto: M Qori Haliana/RMco.id]

RM.id  Rakyat Merdeka - Ketika seorang Muslim membaca ayat ke-128 dari surat At-Taubah (surah ke-9), “Sungguh, telah datang kepada kalian seorang Rasul dari diri kalian sendiri, berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami, (dia) sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagi kalian, penyantun dan penyayang terhadap orang-orang yang beriman.” dia akan merasakan hak besar yang dimiliki oleh Nabi Muhammad saw atas diri sendiri dan orang lain lebih dari setiap masa.

Sekali lagi kita telah mendengar sebuah berita yang menyayat dan menyedihkan hati umat Islam di seluruh dunia. Peristiwa yang kembali menodai kesucian Nabi Muhammad saw. Peristiwa itu terjadi di Prancis dan penodaan kepada Nabi saw diatasnamakan membela kebebasan berekspresi.

Baca juga : Kanada Tuding China, Korut, Iran dan Rusia Ancaman Kejahatan Dunia Maya

Peristiwa ini sesungguhnya menunjukkan pentingnya lebih banyak perhatian dan fokus dunia Islam terhadap persatuan. Di tahun-tahun terakhir ini, tindakan seperti itu dilakukan dalam publikasi media dan kalangan intelektual Barat Zionis untuk mencoreng perasaan umat Islam. Tujuan mereka, dapat mengamati reaksi dunia Islam dari satu sisi, dan dari sisi lainnya, menurut ungkapan Pemimpin Revolusi Islam Iran, Ayatullah Khamenei, mereka melakukan kejahatan tersebut sebagai pengalihan perhatian negara-negara Barat Asia dari rencana-rencana busuk yang yang didesain oleh Amerika dan rezim Zionis untuk kawasan ini.

Kita harus bertanya kepada diri sendiri, kenapa ketika kawasan dalam kondisi krisis, tiba-tiba insiden dan serangan di Barat ini terjadi terhadap Islam dan kaum Muslimin? Dalam menjawabnya, harus dikatakan bahwa kondisi saat ini dan penodaan kehormatan Nabi saw muncul sejak tiga dekade gelombang propaganda Islamofobia di negara-negara Eropa.

Baca juga : Pertamina Dirikan SPBU Modular di Universitas Riau

Ketertarikan masyarakat Eropa, terutama kaum terpelajar atau berpendidikan yang berpengaruh, terhadap Islam telah menimbulkan kekhawatiran para ekstrimis agama Kristus. Mereka ini termasuk pendukung Zionisme yang tidak tahan atau tidak bisa mentolerir promosi agama Ilahi mana pun dan menganggap semua orang sebagai budak mereka.

Kelompok ini memiliki tiga komponen berbagai kekayaan, emas, dan pabrik percetakan uang. Mereka mampu memegang kendali pemerintahan di banyak negara, termasuk Prancis dan Amerika.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense