Sebelumnya
Tetapi Julian Zelizer, seorang Profesor sejarah Politik di universitas Princeton, mengatakan, selalu ada kemungkinan bahwa beberapa pemilih akan melanggar janji mereka. Tapi suara mereka diperkirakan tidak akan cukup membalikkan hasil Pilpres.
Namun demikian, Trump yang masih menjadi penghuni resmi Gedung Putih hingga 20 Januari, terus membuat pernyataan tak berdasar. “Pemungutan suara November adalah pemilihan paling korup dalam sejarah As,” cuitannya di Twitter.
Baca juga : Trump Masih Setengah Hati
Sayangnya, tim kampanye Trump tidak pernah berhasil membuktikan tuduhan penyimpangan pemilu. sebagai pukulan terakhir bagi tim kampanye Trump adalah ketika para Hakim di Mahkamah Agung yang ditunjuk Trump juga tidak mendukungnya untuk menga nulir kemenangan Biden.
Tiga hakim Republikan yang ditunjuk Presiden As Donald Trump, yakni Amy Coney Barrett, Neil Gorsuch, dan Brett kavanaugh, ikut menandatangani perintah penga dilan yang membatalkan gugatan dari Texas atas hasil pemilu.
Baca juga : Belum Ngaku Kalah, Trump Muka Tembok
Akhir pekan ini, ketika ditanya di Fox News apakah Trump akan meng hadiri pelantikan Biden pada 20 Januari? “Saya tidak ingin membicarakannya,” cetus Trump. [DAY]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.