BREAKING NEWS
 

Walaupun Kasus Covid Makin Parah

Singapura Dan Kamboja Menolak Lockdown...

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 7 Mei 2021 05:17 WIB
Warga berdiri di belakang pagar, saat lockdown, menunggu bantuan makanan karena desa mereka ditutup selama lebih dari dua pekan menyusul lonjakan Covid-19, di Phnom Penh, Kamboja, 30 April 2021. (Foto : Cindy Liu/Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kamboja mengakhiri lockdown total di Phnom Penh, kemarin, setelah tiga pekan. Padahal, saat kasus Covid-19 justru tengah melonjak. Pemerintahan Perdana Menteri (PM) Hun Sen punya alasannya sendiri.

Kamboja telah mencatat in­feksi Covid-19 meningkat dari sekitar 500 pada akhir Februari menjadi 17.621 sekarang, dengan 114 kematian. Pihak ber­wenang mencatat 650 kasus baru dan 4 kematian, kemarin.

Para ahli kesehatan memperingatkan tentang pencabutan lockdown ini sebenarnya terlalu cepat. Namun pemerintah beralasan, akan melakukan pengetatan di wilayah dengan kasus tinggi, namun melonggarkan di wilayah yang kasusnya terkendali.

Baca juga : Dibayangi Kasus Covid-19 Dunia, Rupiah Dibuka Loyo

“Saya meminta agar warga tidak lalai, karena kita hidup di bawah cara hidup baru dalam konteks Covid19,” kata Wakil Gubernur Phnom Penh, Mean Chanyada, dilansir Reuters.

Pihak berwenang mengha­pus barikade pada Rabu malam (5/5/2021) di zona “kuning” yang ditetapkan sebagai aman untuk mobilitas. Sementara zona “mer­ah” dan “oranye” dengan tingkat infeksi yang lebih tinggi akan tetap diisolasi hingga 12 Mei.

Di zona kuning, akan terlihat aktivitas ekonomi dan arus lalu lintas yang lebih besar, tetapi tetap berada di bawah jam malam dari pukul 8 malam sampai pukul 3 pagi.

Baca juga : Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelakunya

Ketika Phnom Penh terbuka, pihak berwenang juga telah memperkenalkan langkah-langkah baru, seperti hanya mengizinkan 50 persen pekerja di pabrik untuk kembali dan dengan prioritas pada mereka yang divaksinasi.

Tindakan lainnya, adalah melakukan lebih banyak pengujian Covid-19 dan vaksinasi yang lebih tinggi di beberapa bagian Phnom Penh.

Adsense

Sementara Singapura, negara dengan populasi 5,7 juta jiwa itu kembali memperketat kebijakan penanganan Covid-19, menyusul merebaknya lagi wabah penyakit menular ini.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense