BREAKING NEWS
 

Walaupun Kasus Covid Makin Parah

Singapura Dan Kamboja Menolak Lockdown...

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : MELLANI EKA MAHAYANA
Jumat, 7 Mei 2021 05:17 WIB
Warga berdiri di belakang pagar, saat lockdown, menunggu bantuan makanan karena desa mereka ditutup selama lebih dari dua pekan menyusul lonjakan Covid-19, di Phnom Penh, Kamboja, 30 April 2021. (Foto : Cindy Liu/Reuters)

 Sebelumnya 
Kementerian Kesehatan Singapura telah mengumumkan membatasi pertemuan dan mengurangi jumlah pengunjung ke sebuah rumah dari 8 orang menjadi 5 orang mulai 8 Mei hingga 30 Mei.

Pengetatan lain, proporsi karyawan yang diizinkan kem­bali ke tempat kerja juga akan berkurang selama periode yang sama. Sementara kapasitas akan berkurang di tempat-tempat wisata, perpustakaan, dan tur.

Baca juga : Dibayangi Kasus Covid-19 Dunia, Rupiah Dibuka Loyo

“Penting bagi kami mengklarifikasi, kami tidak mengesampingkan kemungkinan pemutus sirkuit (mirip lockdown). Tentu kami berharap, kami tidak akan sampai di sana dan kami harus melakukan apa yang kami bisa dengan serangkaian tindakan yang baru saja kami umumkan ini,” kata Menteri Kesehatan, Gan Kim Yong seperti dikutip Channel News Asia.

“Dengan kerja sama dan dukungan semua warga Singapura, kami mungkin akan dapat menghindari situasi pe­mutus sirkuit. Tapi kami tidak dapat mengesampingkan itu,” tambahnya.

Baca juga : Perketat Pengawasan, Tindak Tegas Pelakunya

Ia menegaskan, Pemerintah Singapura akan terus waspada, memantau situasi dan akan me­nyesuaikan tindakan.

Menteri Pendidikan, Lawrence Wong menyamakan rangkaian pembatasan baru sebagai lang­kah “kembali ke Fase 2”. Situ­asi saat ini, ujarnya, tidak persis sama dengan tahun lalu ketika pemutus sirkuit diterapkan.

Baca juga : Awas, Kasus Covid-19 Masih Rawan Meledak

Periode pemutus sirkuit diber­lakukan dari 7 April hingga 1 Juni tahun lalu, dengan langkah-langkah yang mencakup sekolah berbasis rumah dan sebagian besar tempat kerja ditutup.

Wong menambahkan, Singapura juga memiliki kemam­puan yang jauh lebih baik dalam hal pengujian dan pelacakan kontak sekarang. Ini memung­kinkan pihak berwenang bergerak lebih cepat dalam mengidentifikasi potensi kontak dekat dan mengujinya. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense