Sebelumnya
Menteri Kesehatan Sajid Javid diharapkan mengumumkan rincian relaksasi di Parlemen. Dalam sebuah kolom di surat kabar setempat, Javid mengatakan, masyarakat perlu belajar hidup berdampingan dengan virus Corona, seperti yang dilakukan pada penyakit flu.
Dia kemudian mengatakan, pembatasan akan dihapus pada 19 Juli sesuai road map yang ditetapkan pemerintah. Kendati demikian, tidak semua wilayah Inggris Raya menerapkan kebijakan relaksasi di waktu yang sama.
Baca juga : Perjalanan Unhas Lahirkan Alumni Unggul dan Berdaya Saing
Skotlandia misalnya, kawasan itu menargetkan relaksasi pembatasan pada 9 Agustus nanti. “Kita akan memiliki negara yang tidak hanya lebih bebas, tetapi juga lebih sehat,” tulis Javid.
Hal senada disampaikan Menteri Perumahan Inggris, Robert Jenrick. Menurutnya, penggunaan masker di Inggris, nantinya tidak lagi menjadi hal yang wajib. Dia juga mengatakan, data yang akan menentukan apakah pembatasan dapat dicabut bulan ini terlihat sangat positif.
Baca juga : Datang Dari 8 Negara Ini, Turki Wajibkan 14 Hari Dikarantina
Jenrick menuturkan, Pemerintah Inggris akan menjadikan penggunaan masker sebagai pilihan pribadi. Apakah masyarakat akan tetap memakainya, atau tidak. “Ini akan menjadi periode yang berbeda. Warga yang memutuskan daripada pemerintah mendikte apa yang harus anda lakukan,” katanya, seperti dilansir Reuters, kemarin.
“Saya akan melakukannya (melepas masker). Saya tidak terlalu ingin memakai masker. Saya tidak berpikir banyak orang senang melakukannya. Kita akan berpindah ke fase ini (penggunaan masker) akan menjadi pilihan pribadi,” pungkasnya. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.