BREAKING NEWS
 

Kabul Diprediksi Jatuh Ke Tangan Taliban

Presiden Afghanistan Cari Bantuan Panglima Perang

Reporter : DIANANDA RAHMASARI
Editor : ABDUL SHOMAD
Jumat, 13 Agustus 2021 05:20 WIB
Presiden Afghanistan Ashraf Ghani mengangkat telunjuk saat ia berbicara pada hari pertama pertemuan akbar majelis Loya Jirga di Aula Loya Jirga di Kabul. (PRESS OFFICE OF PRESIDENT OF AFGHANISTAN / AFP).

 Sebelumnya 
Pertempuran lain juga terjadi di selatan Kandahar. Rumah sakit di kota terbesar kedua Afghanistan itu kebanjiran para korban, yakni jenazah pasukan pemerintah serta beberapa pemberontak Taliban yang terluka.

Taliban juga mengklaim telah merebut penjara di Kandahar. “Pertempuran belum berhenti sampai pukul 4, lalu dimulai kembali setelah shalat subuh,” kata seorang pekerja bantuan.

Bandara di luar Kota Kunduz, Sheberghan dan Farah juga telah jatuh ke tangan Taliban. Kondisi ini membuat pasukan keamanan semakin terpukul karena kesulitan mendapat pasokan logistik.

Baca juga : Selama PPKM, Baikhati Kebanjiran Ribuan Permintaan Bantuan

Sementara, Presiden Ashraf Ghani terbang ke Mazar Sharif dan mulai menggandeng orang-orang yang pernah berseberangan dengannya untuk melawan Taliban. Dia mengumpulkan beberapa panglima perang yang sebelumnya pernah disingkirkan.

Ghani membutuhkan bantuan mereka untuk mempertahankan kota terbesar di utara saat Taliban mulai mendekat.

Di AS, Presiden Joe Biden tidak menyesali keputusannya menarik pasukan AS dari negara itu. Biden menegaskan, pasukan Afghanistan harus berjuang untuk bangsa mereka sendiri.

Baca juga : Menpora Sampaikan Pesan Presiden Ke Rahmat Usai Raih Medali Perunggu

“Lihat, kami menghabiskan lebih dari satu triliun dolar AS selama dua puluh tahun,” kata Biden dalam konferensi pers, Selasa (10/8).

Biden menambahkan, AS telah melatih dan melengkapi lebih dari 300.000 pasukan Afghanistan dengan peralatan modern.

“Para pemimpin Afghanistan harus bersatu. Kami kehilangan ribuan personel AS,” ujar Biden.

Baca juga : Kemnaker Lirik Potensi Milenial dalam Gerakan Talenthub Bantu Kerja

Meski menarik pasukannya, Washington berjanji terus mendukung pasukan Afghanistan dengan serangan udara dan dukungan logistik. Tetapi masih belum jelas seberapa besar militer AS melibatkan diri dalam upaya terbaru untuk melawan agresivitas kemajuan Taliban. [DAY]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense