Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bermanuver Jelang AS Tarik Pasukan Dari Afghanistan
Taliban Duduki Markas Polisi Di Perbatasan
Sabtu, 17 Juli 2021 05:18 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menjelang Amerika Serikat (AS) menarik pasukannya, Taliban bermanuver. Mereka merebut Spin Boldak, daerah perbatasan strategis di Afghanistan.
AS berencana menarik seluruh pasukannya pada akhir Agustus mendatang. Serangan itu dilakukan Taliban sebagai sinyal untuk menunjukkan bahwa mereka belum menyerah merebut Pemerintahan Afghanistan.
Taliban mengklaim anggota mereka telah merebut kembali 85 persen wilayah di Afganistan. Angka yang tidak mungkin untuk diverifikasi secara independen. Perkiraan lain mengatakan, Taliban menguasai lebih dari sepertiga dari 400 distrik Afghanistan.
Taliban juga mengklaim telah merebut perlintasan perbatasan strategis Spin Boldak yang berbatasan dengan Pakistan. Kementerian Dalam Negeri Afghanistan menyangkal laporan itu. Namun, foto-foto pemberontak Taliban yang tampak santai di kota perbatasan, Kandahar dekat Balochistan (Pakistan).
Baca juga : Bank Mandiri Siapkan Layanan Transaksi Perbankan Untuk Kemensetneg
Spin Boldak menjadi yang terbaru dalam serangkaian penyerangan di perbatasan. Spin Boldak strategis bagi Taliban untuk akses langsung ke Provinsi Balochistan, Pakistan, pusat kepemimpinan pemberontak selama beberapa dekade. Sejumlah pasukan pemberontak cadangan yang diduga masih ada, dapat membantu Taliban mengalahkan Pemerintah Afghanistan.
“Teroris Taliban melakukan beberapa gerakan di dekat daerah perbatasan. Pasukan keamanan telah menangkis serangan itu,” kata juru bicara kementerian dalam negeri Tareq Arian.
Warga membantah klaim Pemerintah. “Saya pergi ke pagi ini, dan melihat Taliban ada di mana-mana. Mereka ada di pasar, di markas polisi, dan daerah pabean. Saya juga bisa mendengar suara pertempuran di dekatnya,” kata Raz Mohammad, penjaga toko.
Beberapa jam setelah Spin Boldak dikuasai, reporter AFP di Pakistan melihat ratusan anggota Taliban mengendarai sepeda motor, mengibarkan bendera pemberontak.
Baca juga : Begini Tips Isoman Di Rumah Dengan Fasilitas Terbatas
Juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid meyakinkan para pedagangdan penduduk di sana bahwa keamanan mereka terjamin. Namun, para pejabat Afghanistan berkeras bahwa mereka masih memegang kendali.
Kondisi ini mengkhawatirkanmantan Presiden Amerika Serikat (AS) George W Bush. Ia mengecam keputusan Presiden Joe Biden yang akan menarik semua pasukan AS.
“Saya khawatir wanita dan gadis Afghanistan akan menderita kerugian yang tak terungkapkan. Mereka akan ditinggalkan untuk dibantai oleh orang-orang yang sangat brutal ini dan itu menghancurkan hati saya,” katanya kepada media penyiaran Jerman Deutsche Welle.
Ditanya apakah menurutnya penarikan itu merupakan kesalahan. “Ya, saya pikir begitu,” kata Bush.
Baca juga : Dilarang Makan Di Warung, Ganjar Habiskan Ransum Bikinan Istri Di Parkiran
Seperti diketahui, Pemerintahan Bush melancarkan invasi ke Afghanistan pada 2001, menggulingkan Pemerintah Taliban menyusul serangan Al-Qaeda 11 September 2001 (dikenal dengan 9/11) di Negeri Paman Sam itu.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya