BREAKING NEWS
 

Susunan Pemerintahan Segera Diumumkan

Bos Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar Bakal Jadi Pemimpin Baru Afghanistan

Reporter & Editor :
FIRSTY HESTYARINI
Jumat, 3 September 2021 22:43 WIB
Mullah Abdul Ghani Baradar (Foto: Reuters)

RM.id  Rakyat Merdeka - Salah satu pendiri Taliban, Mullah Abdul Ghani Baradar dipastikan menjadi pemimpin baru Afghanistan, dalam susunan pemerintahan yang akan diumumkan dalam waktu dekat.

Kabar ini mencuat di tengah pertempuran sengit Taliban melawan pejuang Republik di Lembah Panjshir, wilayah utara Kabul.

Masalah ekonomi adalah hal yang harus diprioritaskan dalam pemerintahan baru Afghanistan. Terutama di tengah kekeringan dan kerusakan akibat konflik 20 tahun yang menewaskan 240 ribu warga Afghanistan, sebelum AS menarik pasukannya pada 30 Agustus 2021.

Dalam hal ini, kemampuan Taliban masih dipertanyakan.

Baca juga : Taliban: Stop Evakuasi Warga Afghanistan, Kami Butuh Mereka

Apakah mereka dapat membangun negara yang tengah menghadapi krisis ekonomi, bencana kemanusiaan, serta ancaman terhadap keamanan dan stabilitas dari kelompok jihadis saingan, termasuk cabang lokal ISIS.

Berdasarkan laporan tiga sumber, Reuters menyebut, Baradar yang akan memimpin politik Taliban, bakal bergabung dengan Mullah Mohammad Yaqoob, putra mendiang salah satu pendiri Taliban Mullah Omar dan Sher Mohammad Abbas Stanikzai dalam posisi senior pemerintahan.

Adsense

"Semua pemimpin top telah tiba di Kabul. Saat ini, rencana pengumuman pemerintahan baru sudah dalam tahap akhir," kata seorang pejabat Taliban kepada Reuters.

"Haibatullah Akhundzada, pemimpin agama tertinggi Taliban, akan fokus pada masalah agama dan pemerintahan dalam kerangka Islam," kata sumber Taliban lainnya.

Baca juga : PPKM Darurat Rencananya Mulai Jumat, WFH Bakal 100 Persen

Taliban, yang merebut Kabul pada 15 Agustus setelah menyapu sebagian besar negara itu, kini tengah menghadapi perlawanan di Lembah Panjshir. Mereka berhadapan dengan sisa-sisa angkatan bersenjata pemerintahan Ashraf Ghani, di bawah kepemimpinan Ahmad Massoud, putra mantan komandan Mujahidin Ahmad Shah Massoud.

Upaya untuk merundingkan penyelesaian damai, telah buntu. Kedua pihak saling menyalahkan.

Sementara Taliban telah berbicara tentang keinginan mereka untuk membentuk pemerintah konsensus, sebuah sumber yang dekat dengan gerakan militan Islam mengatakan, pemerintah sementara yang sekarang dibentuk hanya akan terdiri dari anggota Taliban.

Terdiri dari 25 kementerian, dengan dewan konsultatif, atau syura, dari 12 cendekiawan muslim.

Baca juga : Utang Pemerintah Meningkat, Politisi Banteng: Tidak Perlu Panik

Loya jirga atau majelis akbar, akan dibentuk dalam waktu 6-8 bulan mendatang untuk menyatukan para tetua dan perwakilan di seluruh masyarakat Afghanistan. Membahas konstitusi dan struktur pemerintahan masa depan. [HES]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense