Dark/Light Mode

Dukung Pemerintah Tertibkan Ormas

Kesepakatan Dilanggar, Wajar Ditindak Tegas

Sabtu, 2 Januari 2021 06:39 WIB
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Instagram)
Wakil Ketua MPR Lestari Moerdijat (Foto: Instagram)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Lestari Moerdijat mendukung langkah tegas pemerintah membubarkan organisasi Front Pembela Islam (FPI). Dia mendorong aparatur negara konsisten menertibkan organisasi yang bertentangan dengan ketentuan hukum demi terjaganya eksistensi Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kehidupan berbangsa dan bernegara didasarkan pada ketentuan yang telah disepakati bersama. Bila ada kelompok masyarakat yang melanggar kesepakatan itu, sudah sewajarnya ditindak tegas,” kata Rerie, sapaan akrab Lestari Moerdijat dalam keterangan tertulisnya, kemarin.

Rerie bilang, penertiban organisasi masyarakat yang dinilai melanggar hukum itu sangat penting di tengah berbagai tantangan yang sedang dihadapi saat ini. Sebab, Republik Indonesia adalah negara multikultural yang di dalamnya berisi beragam cara pandang, bahasa, tradisi, paham, ideologi, hingga aliran keyakinan.

Sejak dulu kala, kata dia, fakta ini sudah diterima oleh bangsabangsa di Nusantara sebagai kenyataan yang dijalani dengan penuh kedewasaan.

Baca Juga : Partai Berkarya Target Satu Kursi Satu Dapil

“Karena itu, salah satu ‘Bintang Penuntun’ kehidupan berbangsa di negara kita adalah Bhinneka Tunggal Ika, kesatuan yang berada di atas keanekaragaman. Berbeda-beda tapi tetap satu,” tegas anggota Majelis Tinggi Partai NasDem itu.

Rerie menambahkan, setiap warga negara memiliki kewajiban untuk menjaga eksistensi nilai-nilai yang terkandung dalam empat pilar kebangsaan, yakni Negara Kesatuan Republik Indonesia, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan Pancasila.

Terlebih, kata dia, sejarah telah membuktikan bahwa berbagai ancaman dan tantangan terhadap kehidupan berbangsa dan bernegara selalu dapat diatasi lewat pengamalan nilai-nilai kebangsaan yang kita miliki.

“Karenanya, seluruh elemen bangsa harus senantiasa menjaga ketertiban, ketentraman, serta keharmonisan sosial di tengah kehidupan bermasyarakat.

Baca Juga : KBRI Pyongyang Bikin Api Unggun

Sebagai warga bangsa, kita wajib menghidupkan semangat dialog, toleransi, dan gotong royong di tengah kehidupan keseharian kita,” tandasnya.

Senada, politikus Partai NasDem Irma Suryani Chaniago mendukung langkah pemerintah membubarkan FPI. Dirinya mengajak FPI berdakwah secara santun agar syiar agama Islam lebih diterima masyarakat.

“Dakwah dengan cara-cara santun akan lebih diterima masyarakat. Saya meyakini, keputusan pemerintah membubarkan FPI mendapatkan dukungan dari berbagai pihak. Bahkan, sikap tegas pemerintah ini ditunggu rakyat Indonesia yang cinta damai dan berprinsip NKRI,” ujar Irma.

Pembubaran FPI diputuskan lewat Surat keputusan Bersama (SKB) yang ditandatangani enam pejabat menteri dan kepala lembaga negara.

Baca Juga : Yang Lain Di Rumah Saja, Risma Liburan Ke Bonbin

Mereka yang menandatangani SKB, yakni Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian, Menteri Hukum dan HAM Yasonna Laoly, Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G Plate, Jaksa Agung ST Burhanuddin, Kepala BNPT Boy Rafli Amar dan Kapolri Jenderal Idham Azis.

“Pemerintah melarang aktivitas FPI dan akan menghentikan setiap kegiatan yang akan dilakukan karena FPI tak lagi mempunyai legal standing baik sebagai ormas maupun sebagai organisasi biasa,” kata Menko Polhukam Mahfud MD di Kantor Kemenko Polhukam, Jakarta, Rabu (30/12).  [ONI]