Dark/Light Mode

Pemerintah Siapkan Dana Abadi Pendidikan

Senin, 19 April 2021 07:10 WIB
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto : Dok. kemenkopmk).
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy. (Foto : Dok. kemenkopmk).

RM.id  Rakyat Merdeka - Dunia belum memiliki prediksi akurat, kapan pan­demi Covid-19 akan berakhir. Meski begitu, pemerintah telah melakukan berbagai upaya. Bukan hanya untuk menangani pandemi agar segera berakhir, tetapi juga mempersiapkan negara dalam menghadapi masa setelah pandemi.

Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Prof Muhadjir Effendy mengatakan, sejak tahun lalu sudah mengalokasikan sebagian dari total 20 persen anggaran pen­didikan untuk penanganan Covid-19. Dana itu, dimasuk­kan ke dalam dana abadi pen­didikan.

“Mudah-mudahan ke depan, dana abadi pendidikan ini bisa digunakan betul ketika Covid-19 sudah selesai. Kita bisa tancap gas untuk membangun SDM (Sumber Daya Manusia) melalui sumber-sumber bea­siswa,” ujarnya, dalam diskusi virtual yang digelar Pengurus Wilayah Muhammadiyah Jawa Timur, kemarin.

Berita Terkait : Pasien OTG dan Gejala Ringan Tetap Wajib Beribadah Puasa

Selain itu, pemerintah juga telah menyiapkan prioritas cetak biru (blueprint) eko­sistem pengetahuan dan inova­si di bidang SDM. Antara lain, menyusun rencana pengem­bangan SDM di setiap lembaga riset dan inovasi yang secara sistematis terfasilitasi dengan sumber pendanaan beasiswa.

Karena itu, kata mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini, pemerintah seka­rang tengah berusaha mem­perbesar cadangan dana abadi untuk beasiswa dan juga riset. Dia juga mengungkapkan, pandemi Covid-19 telah ber­dampak signifikan terhadap semua sektor, termasuk pen­didikan.

Digitalisasi melalui pendidi­kan Jarak Jauh (PJJ) mutlak dilakukan, agar dunia pen­didikan dapat menyesuaikan dengan situasi pandemi mau­pun perubahan zaman. Dengan perkembangan teknologi ini, guru juga dituntut menyeim­bangkan antara upskill dan reskill.

Berita Terkait : Liburan Wajib Dibatasi Lho Ya...

“Sekolah itu bukan hanya untuk pembelajaran. Tapi penting untuk terus meningkat­kan dan memperbarui keterampilan,” terang mantan Rektor Universitas Muhammadiyah Malang tersebut.

Muhadjir menambahkan, pandemi Covid-19 telah me­maksa pemerintah untuk lebih cepat melakukan terobosan dalam menerapkan kebi­jakan sistem PJJ yang efektif. Konsekuensi penerapan PJJ kian memperlihatkan kesen­jangan dalam dunia pendidikan di Indonesia.

“Tugas saya sebagai Menko PMK adalah memastikan hal itu dengan baik. Kita tidak boleh membiarkan satu orang pun anak bangsa terabaikan,” tegasnya. [DIR]